PENDAMPINGAN KEGIATAN STUNTING DI DESA ULULOGA
DOI:
https://doi.org/10.38048/jckkn.v1i1.2161Keywords:
Edukasi, Penyuluhan, StuntingAbstract
stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dialami oleh balita yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standarnya sehingga mengakibatkan dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang. Stunting menjadi salah satu penyakit malnutrisi paling lazim yang terjadi pada anak. Kasus ini semakin sering dan umum terjadi karenanya kurangnya kesadaran akan kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatan anak. Desa Ululoga memiliki angka stunting yang cukup tinggi, setidaknya pada tahun 2022 terdapat 10 anak yang mengidap stunting. Hal ini dikarenakan kurangnya edukasi serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memperhatikan nutrisi selama kehamilan maupun pada seribu hari awal kehidupan bayi. Oleh karena itu, perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai apa itu stunting, apa saja faktor penyebap stunting, dampak bagi anak pengidap stunting serta bagaimana cara pencegahan stunting itu sendiri. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah agar masyarakat memahami bagaimana cara mencegah stunting. Edukasi stunting dilakukan dengan mengadakan penyuluhan stunting terhadap masyarakat dan kaum muda desa Ululoga. Edukasi tersebut penting dilakukan sehingga mampu meningkatkan kesadaran dan ilmu pengetahuan masyarakat terkait dengan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan metode penyuluhan. Harapannya adalah dengan diadakannya penyuluhan stunting diwilayah desa Ululoga kesadaran masyarakat terkait tumbuh kembang anak semakin diperhatikan dan meningkat, sehingga bisa mencegah terjadinya stunting dan menurunkan presentase stunting di Indonesia khususnya wilayah desa Ululoga kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo. Dengan adanya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentunya diharapkan dapat menekan angka stunting di desa Ululoga dan tentunya berdampak pada angka stunting di Indonesia.
References
Anonim. (2011). Umur Sama, Tinggi Badan Berbeda. http://www.gizikia.depkes.go.id/archives/ terbitan/umur‐samatinggi‐badan‐berbeda. Diakses 7 Januari 2013.
Anshori, Husein, & Nuryanto. (2013). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12‐24 Bulan (Studi di Kecamatan Semarang Timur). Journal of Nutrition College, 2 (4).
Hall, C. et al. (2018). Maternal Knowledge of Stunting in Rural Indonesia. International Journal of Child Health and Nutrition, 7(4), 139–145. doi: 10.6000/1929-4247.2018.07.04.2.
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (2017). Buku saku desa dalam penanganan stunting. Jakarta: Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Kemenkes RI, (2012). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Kementrian Kesehatan dan JICA. Jakarta.
Kemenkes RI. (2018). Buletin Stunting, Kementerian Kesehatan RI, 301(5), 1163–1178.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI). (2018). Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi.Jakarta. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI). www.depkes.go.id/
Nadiyah, B. D & Martianto, D. (2014). Faktor Resiko Anak Stunting pada Anak Usia 0 –23 Bulan. Jurnal Gizi dan Pangan, 9(2): 125 –132
Neherta, Meri., Dkk. (2023). Intervensi Pencegahan Stunting (Pendekatan Terpadu Untuk Mencegah Gangguan Pertumbuhan Pada Anak). Indramayu: Penerbit Adab
Intje, P & Toy, S. M. (2013). Analisis determinan dan pengaruh stunting terhadap prestasi belajar anak sekolah di Kupang dan Sumba Timur, NTT. Jurnal Gizi dan Pangan, 8(1), 55—62.
WHO, (2013). Child growth indicators and their interpretation. http://www.who.int/ nutgrowthdb/about/introduction/en/ index2.html. diakses 2 Januari 2013.
WHO, 2012. UNICEF‐WHO‐The World Bank joint child malnutrition estimates. dalam http:// www.indonesian‐publichealth.com/2013/03/ pemantauan‐status‐gizi.html. Diakses 7 Januari 2013.
Wardana, A. (2019). Penyuluhan Pencegahan Stunting pada Anak (Stunting Prevention Expansion in Children). Jurnal Berdaya Mandiri, 1 (1).
Yulidasari, F. 2(013). Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP- ASI) Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kota Yogyakarta. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

