Pendampingan pembagian makanan tambahan untuk penanganan stunting anak usia dini di Desa Nginamanu
DOI:
https://doi.org/10.38048/jckkn.v3i2.3379Keywords:
pendampingan kegiatan, pembagian makanan tambahan, stuntingAbstract
Stunting merupakan masalah kesehatan utama yang menggambarkan malnutrisi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Pencegahan stunting dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah PMT (Pembagian Makanan Tambahan). Pendampingan kegiatan PMT yang bertujuan untuk memberikan asupan gizi terhadap anak yang tergolong stunting dan memperbaiki gizi anak. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di desa Nginamanu selama satu bulan oleh kelompok mahasiswa KKN STKIP Citra Bakti dengan melakukan program kerja yang berkolaborasi bersama pemerintah desa Nginamanu. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tindakan yang dilakukan melalui kegiatan observasi terhadap permasalahan stunting, wawancara dan dokumentasi mengenai stunting. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah mahasiswa mampu mengetahui ciri-ciri dari anak penderita stunting serta cara dalam menurunkan angka stunting melalui program pemberian makanan tambahan.
References
Astuti, D. P., Utami, W., & Sulastri, E. (2020). Pencegahan stunting melalui kegiatan penyuluhan gizi balita dan pemberian makanan tambahan berbasis kearifan lokal di posyandu desa Madureso. Prosiding University Research Colloquium, 74–79.
Dewey, K. G., & Begum, K. (2011). Long-term consequences of stunting in early life. Maternal & Child Nutrition, 7(S3), 5–18.
Ekayanthi, N. W. D., & Suryani, P. (2019). Edukasi gizi pada ibu hamil mencegah stunting pada kelas ibu hamil. Jurnal Kesehatan, 10(3), 312–319.
Imanah, N. (2021). Peran posyandu dalam pencegahan stunting. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(1), 55–62.
Joint Child Malnutrition Estimates. (2018). Levels and trends in child malnutrition. New York: UNICEF-WHO-World Bank.
Kamarudin, I. (2022). Masa post-natal (setelah kelahiran). Dalam Gizi dalam daur kehidupan (hlm. 2–4). Jakarta: Prenadamedia Group.
Kemenkes RI. (2012). Pedoman umum posyandu. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat.
Kusharisupeni. (2002). Stunting dan perkembangan anak. Jurnal Kedokteran Komunitas, 9(2), 77–82.
Lewit, E. M., & Kerrebrock, N. (1997). Population-based growth stunting. The Future of Children, 7(2), 149–156.
Nurfaiza, A. R. (2020). Hubungan antara asupan vitamin A, zink, dan suplementasi vitamin A dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Gajah, Lampung Tengah. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 8(2), 102–110.
Permenkes RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi.
Simamora, R. S., & Kresnawati, P. (2021). Pemenuhan pola makan gizi seimbang dalam penanganan stunting pada balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Rawalumbu Bekasi. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 11(1), 34–45.
Sitepu, M. H. (2023). Peran UNICEF melalui Child Friendly Cities Initiative (CFCI) dalam menangani pernikahan anak di Indonesia periode 2016–2021. Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Unicef. (2013). Improving child nutrition: The achievable imperative for global progress. New York: UNICEF.

