Pelatihan musik perkusi untuk kecerdasan musikal anak usia dini di Kober Peu Pado
DOI:
https://doi.org/10.38048/jckkn.v2i3.4424Keywords:
Permainan Musik Perkusi, Anak Usia Dini, Kecerdasan MusikalAbstract
Pengembangan seni pada anak usia dini bertujuan untuk memupuk karakter baik, kepekaan ekologis, estetika, dan empati. Musik adalah media efektif dalam pembelajaran, dan bermain alat musik perkusi dapat meningkatkan kecerdasan musikal anak usia 5-6 tahun. Pelatihan ini dilakukan di Kober Peu Pado Malanuza menggunakan alat musik dari barang bekas seperti ember, gendang, sendok kayu, dan botol. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan alat dan materi, serta tahap pelaksanaan latihan memainkan alat musik perkusi secara bertahap. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecerdasan musikal anak-anak serta peningkatan antusiasme dan keterlibatan aktif mereka dalam setiap sesi pelatihan. Kesimpulannya, pembelajaran seni musik perkusi dapat memberikan manfaat besar dalam perkembangan musikal anak usia dini seperti meningkatkan kecerdasan musikal.
References
Agsriyani, D. (2021). Peningkatan kemampuan seni menyanyi menggunakan alat musik sederhana pada anak kelompok B melalui metode demontrasi. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(2), 404-409.
Aulia, A., Diana, D., & Setiawan, D. (2022). Pentingnya Pembelajaran Musik untuk Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age, 6(1), 160-168.
Febriana, D., & Sofyan, F. A. (2022). Analisis pengembangan bakat terhadap kecerdasan musikal dalam animasi “bing bunny: moment musikal”. JIMR: Journal Of International Multidisciplinary Research, 1(01), 21-28.
Jubaedah, E., & Silviana, W. A. (2022). Penggunaan alat musik goyang sederhana berbahan barang bekas untuk meningkatkan kemampuan musikal anak usia dini kelompok B Ra Al-Maasy: penggunaan alat musik goyang sederhana berbahan barang bekas untuk meningkatkan kemampuan musikal anak usia dini kelompok B Ra Al-Maasy. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Anaking), 1(1), 93-99.
Khaira, M., & Yeni, I. (2021). Pengaruh bermain perkusi bambu terhadap kecerdasan musikal anak di Raudhatul Athfal. Jurnal Family Education, 1(4), 47-54.
Khadijah, M. A., & Jf, N. Z. (2021). Perkembangan sosial anak usia dini: Teori dan strateginya. Medan: CV. Merdeka Kreasi Group.
Lwin, M. (2005). How to Multiply Your Child’s Intelligence, Cara Mengembangkan Berbagai Komponen Kecerdasan; cet ke-1. Jakarta: Indeks.
Manurung, N. (2013). Pemanfaatan multiple inteligence dalam proses pembelajaran. Jurnal Keguruan, 1(1), 49-56.
Ningrum, F. S., Safrina, R., & Sumadi, T. (2021). Peran pembelajaran musik melalui project-based learning terhadap perilaku sosial anak usia 5-6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 704-718. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.1559
Noorlaila, I. (2010). Panduan lengkap mengajar PAUD. Yogjakarta: Pinus Book.
Rasyid, R. (2016). Panggung mandala untuk pendidikan seni: survey laporan kaori iwai dalam the contribution of arts education for children’s lives. Jurnal Darul Ilmi, 152.
Santosa, D. A. (2019). Urgensi pembelajaran musik bagi anak usia dini. Journal of Chemical Information and Modeling, 26(1), 78-88. http://e-journal.ivet.ac.id/index.php/pawiyatan/article/view/877
Shenita, A., Oktavia, W., Aditya Rahman, N., Lisfi Irmareta, I., Subrata, H., Rahmawati, I., & Lutfi Choirunnisa, N. (2022). Pembelajaran seni musik botol kaca berbasis proyek dengan pendekatan steam untuk meningkatkan kreativitas siswa. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 2(2), 155–167. https://doi.org/10.37304/enggang.v3i1.4939
Sudono, A. (2000). Sumber Belajar Dan Alat Permainan. Jakarta: PT. Grasindo
Yuni, Q. F. (2017). Kreativitas dalam pembelajaran seni musik di sekolah dasar: suatu tinjauan konseptual. ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal, 4(1). /https://doi.org/10.21043/elementary.v4i1.1980