KETAHANAN PANGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA NGABHEO KECAMATAN SOA
DOI:
https://doi.org/10.38048/jckkn.v3i4.3371Keywords:
Ketahanan pangan, pencegahan stuntingAbstract
Pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sebagai strategi pencegahan stunting di Desa Ngabheo, Kecamatan Soa. Latar belakang kegiatan adalah keterbatasan ketersediaan sayur segar dan ditemukannya tujuh balita berstatus stunting pada asesmen awal. Kegiatan dirancang menggunakan pendekatan partisipatif dan demplot sayuran cepat panen (sawi dan kangkung) di lahan yang disediakan desa, meliputi penyemaian, persiapan lahan, pembuatan bedeng, penanaman, pemeliharaan, dan pemindahan bibit. Intervensi didukung edukasi gizi keluarga, promosi pemanfaatan pekarangan, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan untuk suplementasi sesuai program (misalnya vitamin A dan obat cacing bila diindikasikan). Data dikumpulkan melalui observasi proses dan pencatatan karakteristik dasar anak (BB, TB, usia), lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Capaian awal menunjukkan meningkatnya ketersediaan sumber sayur rumah tangga, antusiasme warga untuk menanam, dan penguatan praktik konsumsi pangan beragam. Program ini menegaskan bahwa integrasi budidaya berbasis pangan lokal, pendidikan gizi, dan jejaring layanan kesehatan berpotensi menurunkan risiko stunting melalui perbaikan ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan di tingkat rumah tangga.
References
Akombi, B. J., Agho, K. E., Hall, J. J., Merom, D., Astell-Burt, T., & Renzaho, A. M. N. (2017). Stunting and severe stunting among children under-5 years in Nigeria: A multilevel analysis. BMC Pediatrics, 17(1), 15.
Fahmida, U., Rumawas, J. S. P., Utomo, B., Patmonodewo, S., & Schultink, W. (2007). Zinc–iron, but not zinc-alone, supplementation increased linear growth of stunted infants with low haemoglobin. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 16(2), 301–309.
Food and Agriculture Organization. (1997). World food summit. FAO.
Indrastuti, D., & Pujiyanto, P. (2019). Determinan sosial ekonomi rumah tangga dari balita stunting di Indonesia: Analisis data Indonesia Family Life Survey (IFLS) 2014. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 3(2), 65–76.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pencegahan stunting pada anak. https://promkes.kemkes.go.id/pencegahan-stunting
Komalasari, K., Supriati, E., Sanjaya, R., & Ifayanti, H. (2020). Faktor-faktor penyebab kejadian stunting pada balita. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 51–56.
Rachman, R. Y., Nanda, S. A., Larassasti, N. P. A., Rahmazani, M., & Amalia, R. (2021). Hubungan pendidikan orang tua terhadap risiko stunting pada balita: Systematic review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), 97–104.
Rizal, M. F., & van Doorslaer, E. (2019). Explaining the fall of socioeconomic inequality in childhood stunting in Indonesia. SSM – Population Health, 9, 100469.
Sa’adah, R. H., Herman, R. B., & Sastri, S. (2014). Hubungan status gizi dengan prestasi belajar anak. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(3), 460–465.
Sandra, G. (2018). Analisis faktor-faktor risiko terhadap kejadian stunting pada balita (0–59 bulan) di negara berkembang dan Asia Tenggara [Tesis, Universitas Indonesia].
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.