Penanggulangan Stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan di Desa Waepana
DOI:
https://doi.org/10.38048/jckkn.v3i1.3365Keywords:
Pencegahan, pemberian makanan tambahan, stuntingAbstract
Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis yang menyebabkan gangguan perkembangan otak serta pertumbuhan anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Salah satu penyebab utama stunting adalah rendahnya asupan gizi pada bayi atau ibu balita. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan praktik pemberian makanan tambahan (PMT) di Desa Waepana, Kecamatan So’a. Metode yang digunakan adalah pemberian makanan tambahan berbasis bahan lokal seperti daun kelor dan kacang hijau. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pemberian makanan tambahan dan kemampuan dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi. Langkah ini diharapkan dapat menjadi upaya efektif dalam menurunkan angka prevalensi stunting di desa tersebut.
References
Aminah, S., Ramdhan, T., & Yanis, M. (2015). Kandungan nutrisi dan sifat fungsional tanaman kelor (Moringa oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan, 5(30), 35-44.
Fuada, Muljati, & Hidayat. (2015). Penentuan daerah rawan gizi berdasarkan analisis spasial. Media Kesehatan: Jurnal Kesehatan, 22(1).
Kemenkes RI. (2016). Situasi balita pendek. Pusdatin Kemenkes RI. Retrieved from https://doi.org/10.1145/379277.312726
Kemenkes RI. (2018). RISKESDAS. Kementrian Kesehatan RI.
Krisnadi, D. A. (2015). Kelor super nutrisi (Edisi Revisi). Jakarta: Penerbit Kelor.
Picauly, I., & Toy, S. M. (2013). Analisis determinan dan pengaruh stunting terhadap prestasi belajar anak sekolah di Kupang dan Sumba Timur, NTT. Jurnal Gizi dan Pangan, 8(1), 55-62.
Ramayulis, R. (2018). Stop stunting dengan konseling gizi. Jakarta: Penebar Swadaya Grup.
Unicef/WHO/The World Bank. (2019). Levels and trends in child malnutrition: Unicef WHO The World Bank Joint Child Malnutrition Estimates, Key Findings of the 2019 Edition. Geneva: WHO.

