Optimalisasi pembelajaran melalui pendampingan pembuatan media multilingual di SDK Joge
DOI:
https://doi.org/10.38048/jckkn.v2i3.3344Keywords:
Media Multilingual, Pembelajaran, PendampinganAbstract
Kegiatan pendampingan pembuatan media pembelajaran multilingual di SDK Joge bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan berbahasa siswa melalui penggunaan tiga bahasa: bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa daerah. Pendampingan ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan literasi siswa. Peranan guru sangat signifikan dalam membantu proses pembelajaran agar materi yang disampaikan dapat dipahami secara optimal. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai inspirator bagi siswa. Media pembelajaran multilingual yang dibuat mencakup gambar-gambar yang diberi label dalam tiga bahasa untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berbahasa siswa. Metode pendampingan yang digunakan terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan menunjukkan peningkatan dalam pemahaman bahasa. Media multilingual ini juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah karena meningkatkan interaksi dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.
References
Angela U, S., & Prediger, S. (2021). Students’ multilingual repertoires-in-use for meaning-making: Contrasting case studies in three multilingual constellations. Journal of Mathematical Behavior, 61, 100819. https://doi.org/10.1016/j.jmathb.2021.100819
Ansaldo, U. (2010). Identity alignment and language creation in multilingual communities. Language Sciences, 32(5), 615-622. https://doi.org/10.1016/j.langsci.2010.08.002
Anufia, B., & Ahamid, T. (2019). Instrument pengumpulan data. Medan: Universitas Negeri Medan.
Aqib, Z. (2016). Pendampingan tindakan kelas guru SD, SLB dan TK. Yogyakarta: Yrama Widya.
Arsyad, A. (2009). Media pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Ashar, R. (2011). Kreatif mengembangkan media pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada Press.
Asyar, R. (2012). Kreatif mengembangkan media pembelajaran. Jakarta: Referensi GP Press Group.
Cenoz, J., & Gorter, D. (2015). Linguistic landscape and minority languages. In D. Gorter (Ed.), Linguistic landscape: A new approach to multilingualism (pp. 67-80). Clevedon: Multilingual Matters.
Daryanto. (2010). Media pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Djamarah, S. B., & Zain, A. (2002). Strategi belajar mengajar menggunakan media pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Fatria, F. (2017). Perapan media pembelajaran Google Drive dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Pendampingan Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(1), 138-144.
Gultom, J. J. (2010). Pemanfaatan media dalam proses belajar mengajar. Medan: Universitas Negeri Medan.
Indriana, D. (2011). Ragam alat bantu media pengajaran. Jakarta: PT Diva Press.
Kencana Prenada Media Group. (2014). Media pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Malik, A. (2018). Media pembelajaran: Teori dan praktik. Jakarta: Rajawali Pers.
Putra, S. R. (2021). Berbagai alat bantu untuk memudahkan belajar matematika. Yogyakarta: DIVA Press.
Sanjaya, W. (2011). Media komunikasi pembelajaran. Jakarta: Sinar Baru Algensindo.
Sudjana, N., & Rivai, A. (2002). Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Suhardiman, B. (2021). Studi pengembangan kepada sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Syamshiddin, & Damiaanti. (2015). Metode pendampingan bahasa. Bandung: Remaja Rosdakarya.
UNESCO. (2003). Pendidikan dalam dunia yang multibahasa. Retrieved from https://www.unesco.org
Weber, J. (2012). Introducing multilingualism: A social approach. New York, NY: Routledge.

