PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE VERTIKULTUR DI DESA UA
DOI:
https://doi.org/10.38048/jckkn.v1i4.2176Keywords:
Observasi, Pengabdian, PelatihanAbstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di desa Ua, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo mengenai pemanfaatan lahan sempit dengan sistem Vertikultur. Vertikultur merupakan pemanfaatan lahan sempit dalam proses penanaman sayur-sayuran di desa Ua yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan proses pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan tanaman umum pada lainnya. Tujuan dilakukannya kegiatan ini yaitu memberikan motivasi dan ajakan kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan sempit. Hal ini sangat didukung dari kondisi geografis di desa Ua yang kondisinya berada dilereng bukit. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan oleh mahasiswa yang bekerja sama dengan aparatur desa. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa pendampingan. Oleh karena itu pemanfaatan lahan sempit dengan sistem vertikultur ini menjadi solusi alternatif yang efektif sebab penanaman dapat dilakukan dengan susunan bertingkat keatas untuk mengefisiensikan lahan.sasaran dari kegiatan tersebut yakni masyarakat desa Ua.
References
Hidayati, N., Rosawanti, P., Arfianto, F., & Hanafi, N. (2018). Pemanfaatan Lahan Sempit Untuk Budidaya Sayuran Dengan Sistem Vertikultur. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 40–46.
Liferdi, L & Saparinto, C. (2016). Vertikultur Tanaman Sayuran. Jakarta: Penebar Swaday
Nurmawati, N. (2016). Vertikultur media pralon sebagai upaya memenuhi kemandirian pangan di wilayah Peri Urban kota Semarang. Jurnal Pendidikan Sains Universitas Muhammadiyah Semarang, 4 (2), 19-25
Prihatiningsih. (2020). Sayuran Organik Sistem Vertikultur Aquaponik Sebagai Pemanfaatan Lahan Pekarangan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 21(1), 1–9. http://journal.umsurabaya.ac.id/index.php/JKM/article/view/2203
Romadhona, S., Sudibya, J., Sutikto, T., Mutmainnah, L., & Rambi, A. (2019). Pemanfaatan Limbah Gelas dan Botol Plastik Sebagai Media Tanam Penunjang Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Pembentukan Kampung di Lahan Rawa. Warta Pengabdian, 4 (1), 147–156
Riyanti (2011). Pengaruh Volume Irigasi pada Berbagai Fase Tumbuh pada Pertumbuhan Melon (Cucumis Melo L.) dengan Sistem Hidroponik. Skripsi (Publikasi). Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Sasongko, (2017). Konversi Lahan Pertanian Produktif Akibat Pertumbuhan Lahan Terbangun di Kecamatan Kota Sumenep. Plano Madani: Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 6(1), 15–26. https://doi.org/10.24252/planomadani.6.1.15-26
Yusuf,. (2020). Pengembangan Teknologi Budidaya Aquaponik - Vertikultur Berbasis
Pupuk Organik Cair Untuk Pengelolaan Lingkungan dan Budidaya Pertanian Lahan Sempit. Jurnal Puruhita, 2(1), 19–23

