MODEL DIALEKTIKA HEGEL SEBAGAI PENDEKATAN PENDIDIKAN PEMBEBASAN DALAM PEMBELAJARAN AGAMA KRISTEN DI SEKOLAH DASAR

Authors

  • Elisabet Siauw Universitas Halmahera, Indonesia
  • Imelda Kahiking Universitas Halmahera, Indonesia
  • Riko Djanti Universitas Halmahera, Indonesia
  • Tomi Itje Universitas Halmahera, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38048/jipcb.v12i2.5440

Keywords:

Dialektika Hegel, Pendidikan Pembebasan, Pendidikan Agama Kristen, Sekolah Dasar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) di sekolah dasar yang cenderung mengarah pada praktik dehumanisasi. Fenomena tersebut memerlukan pendekatan alternatif yang membebaskan dan memberdayakan peserta didik. Model Dialektika Hegel menawarkan kerangka pemikiran kritis yang memungkinkan transformasi pembelajaran PAK dari sifatnya yang dogmatis menjadi lebih dialogis dan membebaskan. Itu sebabnya, tujuan penulisan ini, adalah mendeskripsikan Model Dialektika Hegel bebagai pendekatan Pendidikan pembebasan dalam pembelajaran Agama Kristen di Sekolah Dasar. Pendekatan penulisan menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan (field research). Obyek yang dikaji adalah pembelajaran Pendidikan Agama Kristen merupakan elemen-elemen penelitian. Hasil penelitian ini terindetifikasi bahwa terdapat praktik dehumanisasi dalam pembelajaran guru PAK di sekolah dasar. Sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran efektif, model dialektika hegel sebagai pendekatan Pendidikan untuk meningkatkan kualitas pemebelajaran.

References

Anwar. (2015). Filsafat pendidikan. Jakarta: Kencana.

Astika, M., & Bunga, S. S. (2016). Hubungan kompetensi sosial guru Kristen terhadap perkembangan karakter siswa: Tantangan pendidikan Kristen dalam mencerdaskan youth generation. Jurnal Jaffray, 14(1), 63–76. https://doi.org/10.25278/jj.v14i1.189

Afnil, G. (2009). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Guru dan Dosen. Jakarta: Asa Mandiri.

Cahaya, K. (2022). Disrupsi digital, humanisasi dan masa depan pendidikan (Studi sintesa pemikiran Paulo Freire dan Muhammad Iqbal dalam menghadapi pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0) [Disertasi]. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/74930

Chandra, A. (2023). Undang-undang Sisdiknas sebagai payung hukum pendidikan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(4), 2715–2720. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i4.1890

Creswell, J. W. (1998). Qualitative inquiry: Choosing among five traditions. Sage Publications.

Dewantara, K. H. (2009). Menuju manusia merdeka. Yogyakarta: Leutiks.

Dewi, F. (2015). Proyek buku digital: Upaya peningkatan keterampilan abad 21 calon guru sekolah dasar melalui model pembelajaran berbasis proyek. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 9(2), 123–135. https://doi.org/10.17509/md.v9i2.3248

Hasan, dkk. (2021). Teori dan inovasi pendidikan. Klaten: Tahta Media Group.

Khoirul. (2021). Kritik pendidikan pembebasan Paulo Freire perspektif pendidikan Islam. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. https://repository-penerbitlitnus.co.id/id/eprint/156

Mansyur, M. H. (2014). Pendidikan ala “Paulo Freire” sebuah renungan. Jurnal Ilmiah Solusi, 1(1), 64–76. https://www.academia.edu/download/46493202/8._Pendidikana_Ala_Paulo_Freire_Sebuah_Renungan.pdf

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Murtiningsih, S. (2004). Pendidikan alat perlawanan: Teori pendidikan radikal Paulo Freire. Yogyakarta: Resist Book.

Musfah, J. (2012). Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan sumber belajar: Teori dan praktik. Jakarta: Kencana.

Ramli, A. M. (2000). Peta pemikiran Karl Marx (Materialisme dialektis dan materialisme historis). Yogyakarta: LKIS Pelangi Aksara.

Rohani, F., Ernita, & Zatrahadi. (2022). Metode analisis dialektika Hegel untuk meningkatkan berfikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran ilmu pendidikan sosial. Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial, 1(1), 25–38. http://dx.doi.org/10.24014/tsaqifa.v1i1.16334

Sihombing, S., & Rahmadi, P. (2024). Guru Kristen sebagai pembimbing dan penuntun dalam konsep kelas tiga dinding Ki Hajar Dewantara melalui pembelajaran autentik. Diligentia: Journal of Theology and Christian Education, 6(1), 12–26. https://doi.org/10.19166/dil.v6i1.7788

Simamora, N. N. (2021). Hakikat dan tujuan sekolah Kristen. TE DEUM: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan, 4(1), 55–68. https://doi.org/10.51828/td.v4i1.74

Siregar, N., dkk. (2019). Etika Kristen dasar pendidikan dan pembangunan karakter bangsa. Medan: CV. Vanivan Jaya.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Supriyadi, D. (2021). Implementasi best practice Kristen dalam pendidikan agama Kristen di Sekolah Minggu. Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK), 1(2), 94–108. https://doi.org/10.52489/jupak.v2i1.25

Suriadi & Mursidin. (2020). Teori-teori pengembangan pendidik: Sebuah tinjauan ilmu pendidikan Islam. Jurnal Alqiyam, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.33648/alqiyam.v1i1.127

Yamin, M. (2009). Menggugat pendidikan di Indonesia: Belajar dari Paulo Freire dan Ki Hajar Dewantara. Yogyakarta: Ar-Ruz Media.

Zatrahadi, M. F., Darmawati, D., & Yusra, N. N. (2021). The effect of online game addiction on social adjustment in adolescents. Indonesian Journal of Creative Counseling, 1(1), 15–19.

Downloads

Published

2025-05-26

How to Cite

Siauw, E., Kahiking, I., Djanti, R., & Itje, T. (2025). MODEL DIALEKTIKA HEGEL SEBAGAI PENDEKATAN PENDIDIKAN PEMBEBASAN DALAM PEMBELAJARAN AGAMA KRISTEN DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 12(2), 625–634. https://doi.org/10.38048/jipcb.v12i2.5440

Citation Check