PENGEMBANGAN ASESMENT HOTS MATA PELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.38048/jipcb.v9i1.659Keywords:
high order thinking skill, pengembangan asesmentAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan pengembangan asesmen HOTS dan untuk menguji kelayakan asesmen HOTS mata pelajaran matematika kelas IV di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan soal tipe High Order Thinking Skill (HOTS) pelajaran matematika materi Bangun Datar di kelas 4 Sekolah Dasar. Menganalisis (C4), Mengevaluasi (C5), dan Mengkreasi (C6) merupakan bagian dari kegiatan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS). Jenis penelitian dalam Pengembangan Asesment Hots sebagai Intrumen Hasil Belajar Matematika Kelas IV Sekolah Dasar pada materi Bangun Datar menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan Reseach and Development (R&D) dan Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari Tahap Analysis, Tahap Design, Tahap Development, Tahap Implementation dan Evaluation. Tahap ini adalah menghasilkan bahan ajar yang dilakukan melalui penilaian ahli dan praktisi yang diikuti dengan revisi, dan uji coba pengembangan. Merujuk pada hasil penelitian yang telah dilaksanakan, disimpulkan bahwa ahli materi aspek subtitusi pembelajaran diperoleh persentase tingkat pencapaian yaitu 92% yang berada pada kualifikasi sangat baik, ahli materi aspek kontruksi diperoleh persentase tingkat pencapaian yaitu 94% berada pada kualifikasi sangat baik dan untuk pratisi/guru diperoleh hasil persentase tingkat pencapaian yaitu 96% berada pada kualifikasi sangat baik serta diperoleh hasil uji coba instrument dengan kualifikasi validitas soal yang valid, reliabilitas yang sangat baik atau reliable, tingkat kesukaran dengan katagori sedang, tingkat daya beda dengan katagori soal baik dan indek pengecoh soal dengan katagori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan asesmen HOTS mata pelajaran matematika sudah layak digunakan.
References
Anggi. (2018). ’Pengembangan instrument Assemen Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Tematik Kelas IV Sekolah Dasar di Kecamatan Tumijajar’’.
Budiman, & Jailini. (2018). Pengembangan Instrumen Asesmen HInger Order Thingking Skill (HOTS) pada mata pelajaran Matematika SMP Kelas III Semester I. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 1(2).
Candiasa, M. (2011). Pengajuan Instrumen Penelitian Disertai Aplikasi ITEMAN dan BIGSTEPS. Unit Penerbitan Universitas Pendidikan Ganesha.
Cohen, & Swerdlik. (2005). Psychological Testing and Assessment: an Introduction to test an Measurement. McGraw Hill.
Ekawati, E., & Sumaryanta. (2011). Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran Matematika SD/SMP. Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran Matematika PPPPTK Matematika.
Fitriani, D., Suryana, Y., & Hamdu, G. (2018). Pengembangan Instrumen Tes Higher-Order Thinking Skill Pada Pembelajaran Tematik Berbasis Outdoor Learning di Sekolah Dasar Kelas IV”. Indonesia Journal of Primary Education, 2(1) Hal. 87-96.
Grounlund, & Linn. (1990). Measurement and evaluation in teaching. Macmillan Publishing Company.
Gunawan, I., & Palupi, A. R. (2016). Taksonomi Bloom-Revisi Ranah Kognitif Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Penilaian”. Premiere Education: Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 2, 2.
Kamarullah, K. (2017). Pendidikan Matematika di Sekolah Kita”. Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Matematika, 1(1), 21–32.
Karim, A. (2011). Penerapan metode penemuan terbimbing dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan, 1(1), 21–32.
Kosasih, E. (2014). Strategi Belajar dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013. Yrama Widya.
Kunandar. (2014). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013. Raja Grafindo Persada.
Lailly, N. R., & Wisudawati, A. W. (2015). Analisis Soal Type Higher Order Thinking Skill (HOTS) Dalam Soal UN Kimia SMA Rayon B Tahun 2012/2013. Kaunia: Integration and Interconnection Islam and Science, 11Lailly,(1), 27–39. https://doi.org/10.14421/kaunia.1079
Lestari, S. A. P. (2019). Pengembangan Instrumen Asesmen Higher Order Thingking Skill (HOTS) pada materi Himpunan Kelas VII SMP. JKPM, 4(2 ISSN), 2477–2682.
Lewis, & Smith. (1993). Theories, Research and Application. Prentice Hall.
Lissa, A. (2012). Pengaruh Motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di SDN Taruma Negara Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(1).
Mardapi, D. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tesn dan Non Tes. Mitra Cendiakia Press.
Mardapi, D. (2012). Pengukuran Penilaian dan Evaluasi Pendidikan. Nuha Litera.
Maryoto, G. (2018). Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) dan Numbered-Head-Together (NHT) Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika”. Jurnal Pendidikan, 17(mor 2, Halaman), 121–128.
Musdalifah. (2019). Diajukan kepada Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Muslich, M. (2007). KTSP, Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Panduan bagi Guru. Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Bumi Aksara.
Nurbudiyani, I. (2013). Pelaksanaan Pengukuran Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomor Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV SD Muhammadiyah Palangkaraya”. Anterior Journal, 13(mor 1, Halaman), 88–89.
Prasasti, W. D. (2012). Makalah Seminar Umum Strategi Pengendalian Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp. In Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada.
Pratiwi, U., & Fasha, E. F. (2015). Pengembangan Instrumen Penilaian HOTS Berbasis Kurikulum 2013 Terhadap Sikap Disiplin”. Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran IPA, 1(1), 123–142.
Rahayu, S., Suryana, Y., & Pranata, O. H. (2020). PEDADIDAKTIKA: JURNAL Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pengembangan soal High Order Thinking Skill untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Matematika Siswa Sekolah Dasar (Vol. 7, Issue 2). http://ejournal.upi.edu/index.php/pedadidaktika/index
Rahyubi, H. (2012). Teori –teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Referens.
Richardo, R. (2017). Peran Ethnomatematika Dalam Penerapan Pembelajaran Matematika Pada Kurikulum 2013”. LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(2), 118–125.
Riyana, C. (2007). Pedoman Pengembangan Produk Video. P3AI UPL.
Rohaeni, S. (2020). Pengembangan Sistem Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum 2013 Menggunakan Model ADDIE Pada Anak Usia Dini. Jurnal Intruksional,1(2),122–130. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/instruksional/article/view/6258
Rosa, F. O. (2015). Analisis Kemampuan Siswa Kelas X Pada Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik”. Omega: Jurnal Fisika Dan Pendidikan Fisika, 1(2), 24–28.
S. Bakti. (2021). Pengembangan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skill Dengan Real World Problem Berbasis Kearifan Lokal Ngada Pada Mata Pelajaran Ipa Smp Kelas VII. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 1(4),5-10. http://jurnalilmiahcitrabakti.ac.id/jil/index.php/jcp/index
Sagala, S. (2007). Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Alfabeta.
Santiana, N. L. P. M., & dkk. (2014). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Desa Alasangker”. MIMBAR PGSD Undiksha, 2, 1.
Setiadi, H. (2016). Pelaksanaan Penilaian Pada Kurikulum 2013”. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 20(2), 166–178.
Setiawan, H., & Sa’dijah, C. (2017). Pengembangan Instrumen Asesmen Autentik Kompetensi Pada Ranah Keterampilan Untuk Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar”. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 2(7), 874–882.
Setyosari, P. (2010). Metode Penelitian dan Pengembangan. Kencana.
Siregar, M., & dkk. (2019). Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together dengan Student Teams Achiment Division dan Kecerdasan Ganda Terhadap Hasil Belajar IPS”. Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP, 12, 1.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods. Bandung:Alfabeta.
Supartini, I. G. A. M., & dkk. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Berbantuan Alat Peraga Sederhana Terhadap Motivasi Berprestasi dan Hasil Belajar Matematika. Ganesha University of Education.
Suprananto, & Kuseri. (2012). Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. Graha Ilmu.
Suprijono, A. (2013). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Pusaka Pelajar.
Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. PT Fajar Interpratama Mandiri.
Sutama. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, PTK, dan R&D. Fairus Produk.
Sutami, dkk. (2020). Pengembangan Instrumen Asesmen Higher Order Thinking Skill (HOTS) Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA dan SMK. Diglosia, 3(1).
Syafiatun, Y., dkk. (2018). “Efektivitas Model NHT & PPBL Terhadap Motivasi Belajar Tematik Siswa Kelas 4 SD”. PENDAS MAHAKAM. Pendidikan Dasar, 3(1), 68–76.
Tegeh, I. M. & K. I. M. (2013). Pengembangan Bahan ajar metode penelitian pendidikan dengan addie model. IKA.
Wijayanto, S. M. (2017). Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V SDN Bintoro 4 Demak. Magistra, 8(1), 56–76.
Lawe, Y.U.L., Laksana, D.N.L., & Wewe, M. .(2020). Pelatihan Pengembangan Soal Matematika Dan Ipa Berbasis Higher Order Thingking Dalam Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru SD Di Kecamatan Golewa Barat”. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 1(1).
