PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN
DOI:
https://doi.org/10.38048/jipcb.v9i1.649Keywords:
pengembangan modul, pendekatan saintifikAbstract
Modul berbasis pendekatan saintifik merupakan satu di antara bahan ajar yang dapat menjadi penunjang dalam proses pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan menentukan kelayakan modul berbasis pendekatan saintifik dan menentukan respon guru terhadap modul berbasis pendekatan saintifik pada materi unsur, senyawa, dan campuran. Subjek penelitian ini adalah modul berbasis pendekatan saintifik pada materi unsur, senyawa, dan campuran untuk kelas VII MTs Negeri Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model 4D yang dibatasi hanya sampai tahap pengembangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi tidak langsung dan pengukuran. Alat pengumpulan data berupa lembar penilaian kelayakan modul dan angket uji respon. Modul yang dikembangkan divalidasi oleh masing-masing 3 orang dari ahli materi (isi dan penyajian), ahli bahasa, dan ahli grafik serta diujicobakan kepada 6 orang guru IPA kelas VII MTs Negeri Kota Pontianak. Modul berbasis pendekatan saintifik memperoleh nilai kelayakan materi sebesar 96%, kebahasaan 95%, dan kegrafikan 97%. Respon guru terhadap modul berbasis pendekatan saintifik memperoleh skor sebesar 98%. Berdasarkan hasil penelitian, modul berbasis pendekatan saintifik sangat layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran dengan respon yang sangat baik.
References
Arikunto, S. (2009). Dasar-Dasar evaluasi pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Asfiah, N., Mosik, M., & Purwantoyo, E. (2013). Pengembangan modul IPA terpadu kontekstual pada tema bunyi. Unnes Science Education Journal, 2(1), 188-195.
Asmiyunda, A., Guspatni, G., & Azra, F. (2018). Pengembangan e-modul kesetimbangan kimia berbasis pendekatan saintifik untuk kelas XI SMA/MA. Jurnal Eksakta Pendidikan (JEP), 2(2), 155-161.
Bariah, S. K. (2019). Rancangan pengembangan instrumen penilaian pembelajaran berbasis daring. Jurnal Petik, 5(1), 31-47.
Dewi, I. S. (2016). Pengembangan modul IPA berbasis saintifik pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VII SMP (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).
Gita, S. D., Annisa, M., & Nanna, W. I. (2018). Pengembangan modul IPA materi hubungan makhluk hidup dan lingkungannya berbasis pendekatan kontekstual. LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 8(1), 28-37.
Handayani, T. W. (2018). Peningkatan pemahaman konsep IPA menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing di SD. Edutainment, 6(2), 130-153.
Handoko, A., Sajidan, S., & Maridi, M. (2016). Pengembangan modul biologi berbasis discovery learning (part of inquiry spectrum learning-wenning) pada materi bioteknologi kelas XII IPA di SMA Negeri 1 Magelang tahun ajaran 2014/2015. INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA, 5(3), 144-154.
Hartono, W., & Noto, M. S. (2017). Pengembangan modul berbasis penemuan terbimbing untuk meningkatkan kemampuan matematis pada perkuliahan kalkulus integral. JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika), 1(2), 320-333.
Juwantara, R. A. (2019). Analisis teori perkembangan kognitif piaget pada tahap anak usia operasional konkret 7-12 tahun dalam pembelajaran Matematika. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 9(1), 27-34.
Kazwaini, K., Nazir, M., Promadi, P., & Sari, D. C. (2021). Nilai keislaman pada buku ajar IPA SMP/MTs untuk pembentukan karakter religius siswa. Journal of Natural Science and Integration, 4(2), 277-295.
Lestari, Sarwanto, & Mohammad, M. (2015). Pengembangan modul IPA terpadu dengan pendekatan saintifik tema sampah untuk kelas VII SMP/MTs. Jurnal Inkuiri UNS, 4(2), 116-124.
Machin, A. (2014). Implementasi pendekatan saintifik, penanaman karakter dan konservasi pada pembelajaran materi pertumbuhan. Journal Unnes Pendidikan IPA Indonesia, 3(1), 28-33.
Muhammad, M., & Nurdyansyah, N. (2015). Pendekatan pembelajaran saintifik. Sidoarjo: Nizamia Learning Center.
Noprinda, C. T., & Soleh, S. M. (2019). Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis higher order thinking skill (HOTS). Indonesian Journal of Science and Mathematics Education, 2(2), 168-176.
Prastowo, Andi. (2012). Panduan Kreatif membuat bahan ajar inovatif. Yogyakarta: DIVA Press.
Prastowo, Andi. (2015). Pengembangan bahan ajar tematik. Yogyakarta: DIVA Press.
Pratiwi, F. A., & Rasmawan, R. (2014). Pengaruh penggunaan model discovery learning dengan pendekatan saintifik terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 3(7), 1-16.
Puspita, L. (2019). Pengembangan modul berbasis keterampilan proses sains sebagai bahan ajar dalam pembelajaran biologi. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 5(1), 79-88.
Puspitasari, A. D. (2019). Penerapan media pembelajaran fisika menggunakan modul cetak dan modul elektronik pada siswa SMA. JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 7(1), 17-25.
Sabil, H. (2013). Meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui pembelajaran aktif model jigsaw pada materi himpunan di kelas VII SMP N 7 Muaro Jambi. Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(02), 43-47.
Saifiyah, S., Ferdianto, F., & Setiyani, S. (2017). Desain modul pembelajaran berbasis kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa. Kalamatika: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(2), 177-192.
Sawitri, D. W. (2014). Pengembangan modul keanekaragaman hayati berbasis pendekatan saintifik untuk siswa kelas X SMA. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu), 3(3), 410-415.
Simangunsong, T. Mukhtar. (2015). Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia pada mata pelajaran IPA di SMP. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan, 2(1), 54-63.
Sorraya, A. (2014). Pengembangan bahan ajar teks prosedur kompleks dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas X SMK. NOSI, 2(2), 21-25.
Sukiman. 2012. Pengembangan media pembelajaran. Yogyakarta: Pedajogja.
Suyoso, S., & Nurohman, S. (2014). Pengembangan modul elektronik berbasis web sebagai media pembelajaran fisika. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 44(1), 73-82.
Syahrir, S., & Susilawati, S. (2015). Pengembangan modul pembelajaran matematika siswa SMP. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 1(2), 162-171.
Thiagarajan, et al. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children: A sourcebook. Washington DC: National Center of Improvement of Educational System.
Yogica, R., Lufri, L., & Sumarmin, R. (2014). Efektifitas modul bergambar disertai LKS berorientasi konstruktivistik terhadap proses dan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran biologi SMA. Penelitian Pendidikan, 5(1), 65-73.
