PENDEKATAN PLURALISME AGAMA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA: TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI

Authors

  • Muzakkir Walad STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Indonesia
  • Ni Wayan Risna Dewi STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Indonesia
  • Ni Luh Ika Windayani STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Indonesia
  • I Wayan Mudana Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
  • I Wayan Lasmawan Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i3.3749

Keywords:

Religiouspluralism in education, Religious moderation

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti bagaimana pendekatan pluralisme agama dalam pendidikan akan memberikan gambaran komprehensif, mengkaji tantangan dan hambatan dalam menerapkan pendekatan pluralisme agama dalam pendidikan di Indonesia, serta menawarkan arah untuk tindakan selanjutnya dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama dan membangun masyarakat yang lebih inklusif, toleran, harmonis dan berbudaya. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data yang mendalam mengenai pluralisme agama dalam pendidikan. Pembahasan dalam artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik yaitu suatu metode penelitian yang menggabungkan elemen deskriptif dan analitis dalam menganalisis suatu fenomena atau masalah. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa Indonesia, dengan keragaman agama yang kaya, menghadapi dinamika kompleks dalam interaksi antaragama. Meskipun ada tantangan, potensi untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan toleran tetap besar melalui pendekatan pluralisme agama yang inklusif. Berbagai metode dan strategi dalam pendidikan, seperti pengembangan kurikulum yang inklusif, penggunaan literatur yang mewakili berbagai agama, dan pendekatan dialogis, terbukti efektif dalam mempromosikan pluralisme agama. Beberapa rekomendasi yang mendukung pendekatan pluralisme agama dalam pendidikan mencakup integrasi kurikulum yang inklusif, pelatihan bagi guru dalam pendekatan dialogis dan pedagogis inklusif, penggunaan literatur yang mendukung keragaman agama, penguatan program ekstrakurikuler, kegiatan komunitas, perbaruan kebijakan pendidikan, dan kampanye publik.

References

Akar, B. (2016). Dialogic pedagogies in educational settings for active citizenship, social cohesion and peacebuilding in Lebanon. https://doi.org/10.1177/1746197915626081

Azra, A. (2011). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Cangara, H. (2023). Penanganan Konflik Ambon dalam Analisis Dialektics Peace-Reconciliation dari Bar-Siman-Tov. Al-MUNZIR, 16(2), 33-56.

Fathoni, T., & Wijayanti, L. M. (2023). Pendidikan Multikultural Kebudayaan Ortomotif Dalam Pluralisme Beragama. 1(1), 1–8.

Hanafi, I. (2018). Agama dalam Bayang-Bayang Fanatisme. TOLERANSI?: Media Komunikasi Umat Beragama, 10(1), 48–67. http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi/article/view/5720

Hanani, S. (2017). STUDI NEGOSIASI KULTURAL YANG MENDAMAIKAN ANTARETNIK DAN AGAMA DI KOTA TANJUNGPINANG. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 12(1). https://doi.org/10.21274/epis.2017.12.1.201-230

Hendra, Y., Syah, H., & Winarti2, R. (2023). Narasi Konflik Antar Agama-Agama Besar Dunia. Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 6(2), 134–146. http://dx.doi.org/10.15575/hanifiya.v6i2.20722https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/Hanifiya

Janah, N. (2017). Nurcholish Madjid dan Pemikirannya (Diantara Kontribusi dan Kontroversi). Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 12(1), 44–63. https://doi.org/10.31603/cakrawala.v12i1.1655

Lestari, G. (2021). Radikalisme Atas Nama Agama dalam Perspektif Intelektual Muda di Tengah Realitas Multikultural. Khazanah Theologia, 3(3), 181–193. https://doi.org/10.15575/kt.v3i3.12723

LIRA, U. (2023). PERAN TOKOH AGAMA HINDU DAN ISLAM DALAM MEMBINA PERDAMAIAN PASCA KONFLIK SOSIAL 2012 DI DESA BALINURAGA KECAMATAN WAY PANJI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

Lista, L., Randan, A. J., & Tanga, M. (2023). Pengaruh Lingkungan Sosial Dan Pendidikan Terhadap Praktik Moderasi Beragama. Capitalis: Journal of Social Sciences, 1(1), 39–51.

Mahpudz, A. (2023). Pembelajaran Toleransi dan Kearifan Lokal pada Masyarakat Plural: Belajar dari Penyelesaian Konflik Sosial di Poso. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 10, 25-32.

Muttaqin, I. (2019). Toleransi Beragama di Sekolah: Perspektif Pendidikan Multikultural di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

N. Funay, Y. E. (2020). Indonesia dalam Pusaran Masa Pandemi: Strategi Solidaritas Sosial berbasis Nilai Budaya Lokal. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 1(2). https://doi.org/10.22373/jsai.v1i2.509

Natalia, A. (2016). Faktor-faktor penyebab radikalisme dalam beragama. Al-Adyan, 11(1), 1–11. https://media.neliti.com/media/publications/177630-ID-faktor-faktor-penyebab-radikalisme-dalam.pdf

Patih, A., Nurulah, A., & Hamdani, F. (2023). Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(001 (Special Issue 2023)), 1387–1400. https://doi.org/10.30868/ei.v12i001.6139

Penulisan daftar pustaka menggunakan APA Style edisi ke 6 dan tulisan Aisy, D. R., & Santoso, G. (2022). Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Jiwa Kebangsaan Bagi Generasi Muda Milenial Jurnal Pendidikan Transformatif ( Jupetra ). 01(03), 164–172.

Prasetiawati, E. (2017). Urgensi Pendidikan Multikultur untuk Menumbuhkan Nilai Toleransi Agama di Indonesia. Tapis?: Jurnal Penelitian Ilmiah, 1(02), 272. https://doi.org/10.32332/tapis.v1i02.876

Rahmanda, A. (2021). IMPLEMENTASI KEBUDAYAAN AGAMA SIKH DI SUMATERA UTARA (Studi Etnografi Konsep Pluralisme Antar Umat Beragama). 5(2), 297–314.

Reid, E. M. (2020). Considering the role of critical religious literacy in Canadian teacher education programs. Department of Integrated Studies in Education Faculty of Education, McGill University Montreal, Canada, December, 12–26.

Rohman, F. (2022). Eksistensi Pluralisme di Indonesia menyikapi Pro-Kontra Pluralisme Agama dalam Prespektif Islam. Modeling Jurnal Program Studi PGMI, 9(2), 248–259.

Rosyid, M. (2015). Mewujudkan Pendidikan Toleransi Antar-Umat Beragama Di Kudus: Belajar Dari Konflik Tolikara Papua 1 Syawal 1436 H/2015 M. Quality, 3(2), 369-409.

Saihu, S. (2020). Pendidikan Pluralisme Agama: Kajian tentang Integrasi Budaya dan Agama dalam Menyelesaikan Konflik Sosial Kontemporer. Jurnal Indo-Islamika, 9(1), 67–90. https://doi.org/10.15408/idi.v9i1.14828

Santoso, G., Trishna Marsella, A., Ayu Permana, D., Syifa Syabilla, K., Avifah Dwi Apriliani, N., & Muhamadiyah Jakarta, U. (2023). Implementasi Bhinneka Tunggal Ika dan Cita-Cita Luhur Bangsa Indonesia Versi Generasi Z (Vol. 02, Issue 02).

Sumarto, E. K. H. (n.d.). Mengembangkan Moderasi Pendidikan Islam Melalui Peran Pengelolaan Pondok Pesantren.

Verawati, N. (2023). Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah- sekolah Umum. GUAU, Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, 3.

Downloads

Published

2024-08-13

How to Cite

Walad, M., Dewi, N. W. R., Windayani, N. L. I., Mudana, I. W., & Lasmawan, I. W. (2024). PENDEKATAN PLURALISME AGAMA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA: TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 11(3), 871–886. https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i3.3749

Issue

Section

Articles

Citation Check

Most read articles by the same author(s)