PAGELARAN BUDAYA SEBAGAI MEDIA AKTUALISASI OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN BAGI MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.38048/jcm.v1i9.7422Keywords:
budaya lokal, calon guru sekolah dasar, Objek Pemajuan Kebudayaan, pagelaran budaya, pembelajaran berbasis budayaAbstract
Pagelaran budaya dapat menjadi ruang pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa calon guru mengaktualisasikan pengetahuan budaya melalui pengalaman berbasis praktik. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Pagelaran Budaya, menganalisis pencapaian indikator kegiatan, serta mendiskusikan signifikansi pedagogisnya bagi mahasiswa calon guru sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Januari 2026 di STKIP Citra Bakti dengan melibatkan 215 mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dalam mata kuliah Ilmu Budaya Daerah. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahap perencanaan, persiapan teknis, pelaksanaan, serta evaluasi dan refleksi. Data diperoleh dari daftar kehadiran, dokumen perencanaan, observasi kegiatan, instrumen penilaian dosen, serta dokumentasi foto dan video, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa mengaktualisasikan beragam bentuk budaya melalui seni pertunjukan, bahasa, busana, pangan tradisional, serta produk budaya lokal yang dapat dikaitkan dengan beberapa Objek Pemajuan Kebudayaan. Seluruh target operasional kegiatan tercapai, termasuk kehadiran 100%, pemenuhan sedikitnya dua unsur OPK oleh setiap kelompok, penyelesaian dokumen perencanaan, keterlibatan anggota kelompok, dan kelengkapan dokumentasi. Pagelaran memberikan pengalaman belajar yang kontekstual, kolaboratif, dan berbasis praktik bagi mahasiswa. Namun, karena kegiatan tidak menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah, hasil tersebut tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan peningkatan pengetahuan, sikap, atau kompetensi mahasiswa.
References
Achille, C., & Fiorillo, F. (2022). Teaching and learning of cultural heritage: Engaging education, professional training, and experimental activities. Heritage, 5(3), 2565–2593. https://doi.org/10.3390/heritage5030134
Eliyahu-Levi, D., & Ganz-Meishar, M. (2023). K (student): ‘I need to think about new ways to bring their home and culture into the class’. Preservice teachers develop a culturally relevant pedagogy. Pedagogy, Culture & Society, 31(3), 549–567. https://doi.org/10.1080/14681366.2021.1933577
Ita, E., & Ngonu, M. R. (2025). Analyzing the implementation of local wisdom-based learning in early childhood education: The case of early childhood education. Journal of Nonformal Education, 11(2), 237–246. https://doi.org/10.15294/jone.v11i2.33606
López-Fernández, J. A., Medina, S., López, M. J., & García-Morís, R. (2021). Perceptions of heritage among students of early childhood and primary education. Sustainability, 13(19), 10636. https://doi.org/10.3390/su131910636
Noor, A. F., & Sugito. (2019). Multicultural education based in the local wisdom of Indonesia for elementary schools in the 21st century. Journal of International Social Studies, 9(2), 94–106. https://www.iajiss.org/index.php/iajiss/article/view/408
Putri, M. S. A., Farisia, H., & Wirya, D. Y. (2025). Implementation of ethnopedagogy-based learning at elementary school: Case study of Kuala Lumpur Indonesia School Grade 2. Jurnal Tatsqif, 23(1), 58–73. https://doi.org/10.20414/jtq.v23i1.13762
Rahmatih, A. N., Maulyda, M. A., & Syazali, M. (2020). Refleksi nilai kearifan lokal (local wisdom) dalam pembelajaran sains sekolah dasar: Literature review. Jurnal Pijar MIPA, 15(2), 151–156. https://doi.org/10.29303/jpm.v15i2.1663
Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6055.
Romijn, B. R., Slot, P. L., & Leseman, P. P. M. (2021). Increasing teachers’ intercultural competences in teacher preparation programs and through professional development: A review. Teaching and Teacher Education, 98, 103236. https://doi.org/10.1016/j.tate.2020.103236
Sakti, S. A., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing local wisdom within character education through ethnopedagogy apporach: A case study on a preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10), e31370. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e31370
Saputri, S. O., Handoyo, E., Hussin, H., & Armaidi, I. E. (2026). Systematic literature review (SLR) implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 303–316. https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.49822
Saputri, W. A., Nasution, N., & Puspita, A. M. I. (2025). Local wisdom learning profile in primary schools in the last five years. Jurnal Cakrawala Pendas, 11(1), 44–52. https://doi.org/10.31949/jcp.v11i1.11830
Shufa, N. K. F. (2018). Pembelajaran berbasis kearifan lokal di sekolah dasar: Sebuah kerangka konseptual. INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1(1), 48–53. https://doi.org/10.24176/jino.v1i1.2316
UNESCO. (2024). UNESCO framework for culture and arts education. UNESCO Framework for Culture and Arts Education
UNESCO. (2025). UNESCO framework for culture and arts education: Implementation guidance. UNESCO Framework implementation guidance