PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN REKONSTRUKSI KURIKULUM MUATAN LOKAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL BAGI GURU SD DI KECAMATAN RIUNG BARAT

Authors

  • Yohanes Vianey Sayangan STKIP Citra Bakti
  • Mariana Trisanti STKIP Citra Bakti
  • Maria Emirensiana Bupu STKIP Citra Bakti
  • Emiliana Contesa Bhala STKIP Citra Bakti

DOI:

https://doi.org/10.38048/jcm.v1i8.7360

Keywords:

Kearifan Lokal, Nenge Nage, Pendampingan Guru, Rekonstruksi Kurikulum, Riung Barat

Abstract

Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) di Sekolah Dasar memiliki peranan strategis dalam menjembatani standar pendidikan nasional dengan kearifan lokal peserta didik. Namun, pelaksanaan pembelajaran Muatan Lokal di SD Kecamatan Riung Barat masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain struktur kurikulum yang stagnan, minimnya perangkat ajar operasional, serta terbatasnya kapasitas guru dalam mentransformasikan indigenous knowledge ke dalam kurikulum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan Kurikulum Mulok berbasis kearifan lokal melalui pelatihan dan pendampingan bagi guru SD di Kecamatan Riung Barat. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi empat tahapan, yaitu diagnosing and planning, acting/intervention, observing and mentoring, serta reflecting and evaluating. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan metodologis guru dalam merekonstruksi Kurikulum Mulok dengan nilai N-Gain sebesar 0,69 yang termasuk kategori sedang. Kegiatan ini juga menghasilkan Dokumen Kurikulum Muatan Lokal SD Kecamatan Riung Barat serta perangkat ajar berupa Modul Ajar dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis tradisi lisan Nenge Nage, termasuk ungkapan filosofis “lako le le roang ili mai”. Produk yang dikembangkan memperoleh tingkat kelayakan sebesar 88,5% dan termasuk kategori sangat layak untuk diuji dan diimplementasikan pada tahap selanjutnya. Pelatihan dan pendampingan berbasis PAR menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merekonstruksi Kurikulum Mulok yang kontekstual dan berakar pada kearifan lokal.

References

Ali, R., & Mulasi, S. (2023). Transformasi Kurikulum Merdeka: Pengembangan muatan lokal untuk meningkatkan identitas budaya. ISTIFHAM: Journal of Islamic Studies, 1(3), 219–231. https://doi.org/10.71039/istifham.v1i3.35

Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74.

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.

Mulyasa, E. (2020). Pengembangan dan implementasi kurikulum. Remaja Rosdakarya.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013.

Reason, P., & Bradbury, H. (Eds.). (2008). The SAGE handbook of action research: Participative inquiry and practice (2nd ed.). SAGE Publications.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Stringer, E. T. (2014). Action research (4th ed.). SAGE Publications

Downloads

Published

2026-08-20