VITALITAS NYADRAN DALAM MASYARAKAT MUSLIM JAWA KONTEMPORER: ANALISIS FUNGSIONALISME ROBERT K. MERTON PADA EMPAT LOKUS DI BANTUL DAN SLEMAN
DOI:
https://doi.org/10.38048/jcm.v1i7.7295Keywords:
Nyadran, Fungsionalisme Merton, Fungsi Laten, Islam Jawa, KeberagamaanAbstract
Tradisi Nyadran merupakan salah satu bentuk praktik keagamaan Islam-Jawa yang telah bertahan selama berabad-abad. Penelitian ini bertujuan menganalisis vitalitas tradisi Nyadran melalui kerangka fungsionalisme Robert K. Merton dengan fokus pada perbedaan konteks sosial dan lokus pelaksanaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan di empat lokasi, yaitu Pelem Sewu (Sewon, Bantul), Wonokromo (Pleret, Bantul), Jomblang (Banguntapan, Bantul), dan Ngropoh (Condongcatur, Sleman). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap juru kunci makam, tokoh agama, panitia Nyadran, dan warga biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi bentuk pelaksanaan yang dipengaruhi oleh faktor sosial, geografis, dan kultural masing-masing lokus, nilai inti tradisi Nyadran meliputi doa bersama, penghormatan leluhur, dan penguatan solidaritas tetap terjaga. Fungsi laten yang paling dominan adalah mobilisasi sosial dan penguatan silaturahmi antarmasyarakat, sementara disfungsi yang muncul bersifat minim. Temuan ini mengkonfirmasi argumen Merton bahwa tradisi bertahan bukan semata karena tujuan manifesnya, melainkan karena akumulasi fungsi laten yang relevan secara sosial. Variasi ekspresi keberagamaan tidak melemahkan, melainkan justru memperkuat daya tahan tradisi dalam konteks Muslim Jawa kontemporer.
References
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak.
Arinda, R. (2014). Sedekah bumi (Nyadran) sebagai konvensi tradisi Jawa dan Islam masyarakat Sraturejo Bojonegoro. El Harakah: Jurnal Budaya Islam, 16(2). https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub/article/view/2771
Aryanti, I., & Al Masjid, A. (2023). Tradisi Nyadran (Ruwahan) semarak menyambut Ramadan di Dusun Jalan dan Jonggrangan, Desa Banaran. Haluan Sastra Budaya, 7(2). https://doi.org/10.20961/hsb.v7i2.61135
Baihaqi, N. N., & Munshihah, A. (2022). Resepsi fungsional Al-Qur’an: Ritual pembacaan ayat Al-Qur’an dalam tradisi Nyadran di Dusun Tundan, Bantul, Yogyakarta. NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam, 6(1). https://doi.org/10.23971/njppi.v6i1.3207
de Zwart, F. (2015). Unintended but not unanticipated consequences. Theory and Society, 44(3), 283–297. https://doi.org/10.1007/s11186-015-9247-6
Effendi, T. N. (2013). Budaya gotong royong masyarakat dalam perubahan sosial saat ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 2(1), 1–18. https://journal.ugm.ac.id/jps/article/view/23403
Endraswara, S. (2015). Agama Jawa: Ajaran, amalan, dan asal-usul kejawen. Narasi.
Haryanto, T., Wijarnako, B., Geasil, L. Y., & Nirwansyah, A. W. (2025). Kearifan lokal budaya Jawa pada ritual keagamaan komunitas Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) di Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, Cilacap. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 4(11). https://doi.org/10.58344/locus.v4i11.4573
Husein, K., & Husni, M. (2025). Peran pesantren dalam meneguhkan identitas budaya Indonesia di tengah arus modernisasi. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 387–398. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/847
Kurnia, H., Khasanah, I. L., Kurniasih, A., Lamabawa, J., Darto, Y., Muhamad, Wawuan, F. Z., Fajar, N. R., Zulva, D., Oktaviani, S. Y., Wicaksono, F. A., Kaihatu, Y., & Santoso, M. I. B. (2023). Gotong royong sebagai sarana dalam mempererat solidaritas masyarakat Dusun Kalangan. EJOIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(4), 277–282. https://doi.org/10.55681/ejoin.v1i4.754
Merton, R. K. (1968). Social theory and social structure (Enlarged ed.). Free Press.
Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374
Saputri, R. M., Rinenggo, A., & Suharno, S. (2021). Eksistensi tradisi Nyadran sebagai penguatan identitas nasional di tengah modernisasi. Civics Education and Social Science Journal, 3(2). https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/cessj/article/view/2080
Sofyan, M. A., Wahyuni, T., & Arifin, W. L. (2023). Javanese Islam and globalization: A study on the sustainability of the Aboge Islam community in Indonesia. Jurnal Sosiologi Reflektif, 17(2), 369–400. https://doi.org/10.14421/jsr.v17i2.2690
Wahyono, S. B. (2001). Sinkretisme Jawa-Islam. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama. https://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Religi/article/view/1905
Wajdi, M. B. N. (2017). Nyadranan, bentuk akulturasi Islam dengan budaya Jawa: Fenomena sosial keagamaan Nyadranan di daerah Baron, Kabupaten Nganjuk. Jurnal Lentera: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi, 16(2).
Winarni, S., Pangarsa, G. W., Antariksa, A., & Wulandari, L. D. (2013). Akulturasi budaya Islam dan Jawa: Ruang komunal pada budaya Nyadran Dukuh Krajan, Desa Kromengan, Kabupaten Malang. El Harakah: Jurnal Budaya Islam, 15(1). https://doi.org/10.18860/el.v15i1.2674