STIMULASI PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN BIOLA
DOI:
https://doi.org/10.38048/jcm.v1i3.6694Keywords:
anak usia dini, pembelajaran biola, perkembangan emosional, stimulasiAbstract
Pembelajaran musik pada anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan pengembangan keterampilan musikal, tetapi juga berpotensi mendukung perkembangan emosional. Kajian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pembelajaran biola dapat berperan dalam menstimulasi perkembangan emosional anak usia dini melalui penelusuran berbagai literatur yang relevan. Pendekatan yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan menganalisis artikel ilmiah, buku, dan sumber akademik yang berkaitan dengan musik, emosi, dan pendidikan anak. Proses analisis dilakukan dengan menelaah keterkaitan antar temuan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran biola memberikan pengalaman emosional yang memungkinkan anak mengenali dan mengekspresikan perasaan secara lebih konkret. Keterlibatan dalam aktivitas musikal juga berkaitan dengan interaksi sosial, peningkatan konsentrasi, serta pengalaman belajar yang berulang, yang secara tidak langsung mendukung regulasi emosi. Meskipun demikian, pengaruh tersebut dipengaruhi oleh cara pembelajaran dirancang, interaksi yang terjadi, serta karakteristik anak. Dengan demikian, pembelajaran biola dapat dipahami sebagai media yang berpotensi mendukung perkembangan emosional, selama digunakan secara kontekstual dalam proses pendidikan.
References
Hallam, S. (2015). The power of music: Its impact on the intellectual, social and personal development of children and young people. International Journal of Music Education, 33(3), 285–297. https://doi.org/10.1177/0255761415584295
Hargreaves, D. J. (2012). Musical imagination: Perception and production, beauty and creativity. Psychology of Music, 40(5), 539–557. https://doi.org/10.1177/0305735611418555
Juslin, P. N., & Sloboda, J. A. (2010). Handbook of music and emotion: Theory, research, applications. Oxford University Press. (Note: Music Perception merupakan jurnal penelaah untuk buku ini)
Kirschner, S., & Tomasello, M. (2010). Joint music making promotes prosocial behavior in 4-year-old children. Evolution and Human Behavior, 31(5), 354–364. https://doi.org/10.1016/j.evolhumbehav.2010.04.004
Mahmud. (2011). Metode penelitian pendidikan. Pustaka Setia.
McPherson, G. E., & Hallam, S. (2016). Music learning and musical identity. In G. E. McPherson (Ed.), The Oxford handbook of music psychology (2nd ed., pp. 311–327). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780198722946.013.17
Miendlarzewska, E. A., & Trost, W. J. (2014). How musical training affects cognitive development: Rhythm, reward and other modulating variables. Frontiers in Neuroscience, 7, 279. https://doi.org/10.3389/fnins.2013.00279
Rabinowitch, T. C., Cross, I., & Burnard, P. (2013). Long-term musical group interaction has a positive influence on empathy in children. Psychology of Music, 41(4), 484–498. https://doi.org/10.1177/0305735612440609
Rickard, N. S., Vasquez, J. T., Murphy, F., Gill, A., & Toukhsati, S. R. (2013). Benefits of a classroom based instrumental music program on verbal memory of primary school children: A longitudinal study. Australian Journal of Music Education, 1, 36–47.
Santrock, J. W. (2011). Child development (13th ed.). McGraw-Hill.
Schellenberg, E. G. (2015). Music training and speech perception: A gene–environment interaction. Annals of the New York Academy of Sciences, 1337(1), 170–177. https://doi.org/10.1111/nyas.12627
Thompson, W. F., & Schellenberg, E. G. (2012). Cognitive constraints on music listening. In S. Hallam, I. Cross, & M. Thaut (Eds.), The Oxford handbook of music psychology (1st ed., pp. 461–473). Oxford University Press.
Trainor, L. J., & Zatorre, R. J. (2009). The neurobiological basis of musical expectations. Annals of the New York Academy of Sciences, 1169(1), 23–34. https://doi.org/10.1111/j.1749-6632.2009.04589.x
Welch, G. F., Himonides, E., Saunders, J., Papageorgi, I., & Sarazin, M. (2014). Singing and social inclusion. Frontiers in Psychology, 5, 803. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2014.00803
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.