STRATEGI GURU DALAM MENERAPKAN METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN ASPEK BAHASA ANAK USIA DINI DI TKK BUNDA PENGANTARA RAHMAT NGEDUKELU

Authors

  • Maria Sindrela Wea STKIP Citra Bakti
  • Apolonia Bela STKIP Citra Bakti
  • Gaudensia Nio Nuwa STKIP Citra Bakti
  • Stefania Bibiana Bue STKIP Citra Bakti
  • Maria Magdalena Kae STKIP Citra Bakti
  • Maria Orliana Adin STKIP Citra Bakti
  • Hendrika Suri STKIP Citra Bakti
  • Efrida Ita STKIP Citra Bakti

DOI:

https://doi.org/10.38048/jcm.v1i2.6661

Keywords:

strategi guru, metode bercerita, perkembangan bahasa, anak usia dini

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan metode bercerita untuk meningkatkan aspek bahasa anak usia dini di TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru kelas B, serta objek penelitian berupa kemampuan bahasa anak usia 4–6 tahun yang meliputi kemampuan menyimak, berbicara, dan penguasaan kosakata. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rekam catat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5  anak masih mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa, seperti keterbatasan kosakata, pengucapan kata yang kurang jelas, dan kesulitan menceritakan kembali cerita. Penerapan metode bercerita dengan strategi yang tepat, seperti pemilihan cerita sesuai usia anak, penggunaan media buku cerita bergambar, variasi intonasi suara, serta pelibatan aktif anak dalam kegiatan tanya jawab dan menceritakan ulang, terbukti mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak. Metode bercerita juga membantu meningkatkan fokus, daya ingat, serta keberanian anak dalam berkomunikasi. Dengan demikian, metode bercerita yang diterapkan secara terencana, menarik, dan berkesinambungan dapat menjadi strategi efektif guru dalam mengembangkan aspek bahasa anak usia dini.

References

Darmila, L. (2018). Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Perkembangan Kosakatta Anak Usia 5-6 Tahun di RA Hajjah Siti Syarifah Kecamatan Medan Tembung. Jurnal Raudhah, 6(1),2–8.http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/raudhah/article/view/276

Dhieni, Nurbiana. (2005). Metode Pengembangan Bahasa, Jakarta: Universitas Terbuka.

Ita, E, Wewe, M, Go’o, E. (2020). Analisis Perkembangan Kemampuan Bahasa Anak Kelompok A Taman Kanak-Kanak. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini. 3(2) 174-186. https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-athfaal

Fitria, N. ‘Aini. (2019). Penerapan Metode Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Kelompok A RA Muslimat NU 26 Malang. Jurnal Dewantara, 1(1), 7–13. http://riset.unisma.ac.id/index.php/jd/article/view/1821

Gardner, howard. (2003). Kecerdasan Majemuk. Terjemahan Alexander Sindoro http://riset.unisma.ac.id/index.php/jd/article/view/1821

Musfiroh, Takdiroatun, M. (2005). Bercerita untuk Anak Usia Dini. Jakarta : Depdiknas.

Nurjanah, A. P., & Anggraini, G. (2020). Metode Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Ilmiah Potensia, 5(1),1.https://doi.org/10.33369/jip.5.1.1-7

Rahmat, A., & Mamonto, E. (2016). Pengaruh Metode Bercerita terhadap Kemampuan Menyimak Anak Usia 4-5 Tahun di Tk Negeri Pembina Ki Hadjar Dewantoro Kota Selatan Gorontalo. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment, 5(1).

Rahmatillah, R., Luthfi, A., & Fauziddin, M. (2018). Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Menyimak Pada Anak Usia Dini. Aulad?: Journal on Early Childhood, 1(1), 39–51. https://doi.org/10.31004/aulad.v1i 1.5

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Usman, M. (2019). Perkembangan Bahasa dalam Bermain dan Permainan (untuk Pendidikan Anak Usia Dini). Yogyakarta: CV Budi Utama.

Downloads

Published

2026-01-29