IMPLEMENTASI MEDIA KINCIR ANGKA PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN PADA PERKEMBANGAN ASPEK KOGNITIF DI TKK NEGERI BOGENGA
DOI:
https://doi.org/10.38048/jcm.v1i2.6598Keywords:
Media Kincir Angka, Perkembangan Kognitif, Anak Usia Dini, MatematikaAbstract
Urgensi penelitian dalam Implementasi model pembelajaran inovatif saat ini menghadapi tantangan besar terkait kesiapan pendidik dan adaptasi teknologi, sehingga diperlukan pendekatan yang fleksibel dan kontekstual agar pembelajaran tetap relevan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi krusial yang menentukan keberhasilan pertumbuhan anak pada tahap selanjutnya, di mana aspek kognitif menjadi kunci untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah. Namun, observasi awal di TKK Negeri Bogenga menunjukkan adanya kesenjangan pada kemampuan matematika anak, khususnya dalam menyatakan hubungan antar bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan anak dalam menyatakan hubungan antar bilangan melalui penggunaan media kincir angka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif berbasis lapangan dengan analisis data deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari 11 murid Kelompok B di TKK Negeri Bogenga. Data dikumpulkan melalui metode observasi menggunakan instrumen observasi serta dokumentasi. Teknik analisis data menerapkan model interaktif dari Miles dan Huberman. Penelitian ini dilaksanakan pada periode September hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kincir angka memberikan dampak positif terhadap perkembangan kognitif anak. Data observasi mengungkapkan bahwa 39,1% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan 30,0% berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Secara akumulatif, 69,1% anak telah menguasai indikator kemampuan seperti mengurutkan bilangan, menentukan jumlah benda, dan melengkapi pola. Meskipun demikian, indikator menyebutkan bilangan sebelum angka tertentu masih menjadi tantangan bagi sebagian anak. Simpulan dari penelitian ini adalah media kincir angka efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan ketertarikan belajar anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan kontekstual
References
Anggriani, F., & Royanto, L. (2023). Panduan pemetaan kemampuan fondasi dengan konstruk pembelajaran dan aspek perkembangan. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2025). Capaian pembelajaran untuk jenjang pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, dan sekolah menengah (Vol. 046). BSKAP, Kemendikbudristek.
Geme, Y. T. Y., Dhiu, K. D., & Ita, E. (2024). Pengembangan alat permainan edukatif kincir angka untuk aspek kognitif pada anak usia 5–6 tahun di TKK Olaewa. Jurnal Citra Pendidikan Anak, 3(4), 1187–1199. https://doi.org/10.38048/jcpa.v3i2.2840
Jummita, Agustiana, I., & Dibia, I. (2021). Media Fun Thinkers berbasis soal calistung pada Tema 7 Benda, Hewan dan Tanaman di Sekitarku untuk siswa SD kelas 1. Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran, 4(2). https://doi.org/10.23887/jp2.v4i2.37258
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar isi pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 008. (2022). Capaian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah pada Kurikulum Merdeka (Vol. 42). BSKAP, Kemendikbudristek.
Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 033. (2022). Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 008/H/KR/2022. BSKAP, Kemendikbudristek.
Maisura, R., et al. (2022). Panduan laporan hasil belajar di satuan pendidikan anak usia dini (L. Primayanti, Ed.). Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (Untuk APA yang lebih rapi, sebaiknya cantumkan maksimal 20 nama penulis; kalau penulisnya tidak jelas, gunakan penulis lembaga/korporat.)
Nae, M. E., Ngura, E. T., & Meka, M. (2021). Analisis perkembangan kognitif anak usia dini usia 5–6 tahun di Kober St. Rafael Waruwaja Kecamatan Golewa Barat Kabupaten Ngada. Jurnal Citra Pendidikan, 1(3), 408–421. https://doi.org/10.38048/jcp.v1i3.243
Oka, G. P. A. (2022). Media dan multimedia pembelajaran (Edisi 1). Pascal.
Oka, G. P. A., Oje, M. F., Yasinta, Fono, M., & Citra Bakti. (2021). Pemanfaatan VideoScribe pemecahan masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif dalam setting belajar dari rumah anak usia 5–6 tahun di TKK Fatima Soa. IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology), 5(2), 88–109. https://doi.org/10.38048/imedtech.v5i2.248
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014. (2014). Standar nasional pendidikan anak usia dini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Yona, M. D., Oka, G. P. A., & Ngura, E. T. (2024). Implementasi modul ajar bermuatan coding fase fondasi tema alam semesta sub tema bulan anak usia 5–6 tahun di PAUD Terpadu Citra Bakti. IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology), 8(1), 62–75. https://doi.org/10.38048/imedtech.v8i1.316