PERILAKU KOMUNIKASI ANAK DOWN SYNDROME DALAM INTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH INKLUSI

Authors

  • Mega Putri Naba Ghazia Universitas Sanata Dharma, Indonesia
  • Rusmawan Universitas Sanata Dharma, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38048/jpicb.v1i2.2410

Abstract

Tujuan dari penelitian ini berguna untuk mengetahui perilaku komunikasi anak down syndrome dalam interaksi sosial di salah satu sekolah inklusi di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode  penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus jenis single case. Objek dalam penelitian ini adalah perilaku komunikasi anak down syndrome dalam interaksi sosial. Subjek penelitian ini adalah satu siswi down syndrome. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi dan wawancara. Pemeriksaan kebenaran data dilaksanakan dengan uji kredibilitas berupa uji triangulasi, uji transferabilitas, uji dependabilitas, dan uji konfirmabilitas. Analisis data menggunakan analisis model Spradley dengan melalui tahapan analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak down syndrome belum cukup baik dalam perilaku komunikasi interaksi sosial di lingkungan sekolah. Peran guru di sekolah inklusi dapat membantu perkembangan perilaku komunikasi anak yang dapat dikembangkan melalui aktivitas yang berfokus pada hal yang memikat ketertarikannya dan melibatkan kegiatan motorik.

References

Deddy Mulyana. (2012). Ilmu komunikasi Suatu Pengantar. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya

Depdiknas. (2004). Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Terpadu/Inklusi. Jakarta: DitPLB

Fichria, F., Fithria, & Arnita, Y. (2022). Hubungan Reinforcement Keluarga dengan Prestasi Belajar Anak Berkebutuhan Khusus. Idea Nursing Journal, 13(1), 65–70.

Maulida, H & Prawira, W. R. Y (2020). Pola Komunikasi Siswa Di Lingkungan Sekolah Ramah Anak. Media Bina Ilmiah. 14(12), 3717-3728

Miftakhi, D. R., & Hendrik, M. (2019). Implementasi Model Pembelajaran Dinamika Kelompok dalam Meningkatkan Motivasi Berprestasi Bidang Non Akademik Anak Berkebutuhan Khusus di SLB YPAC Pangkalpinang. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 3(2), 1–5.

Nugroho, M. A., & Purwandari, E. (2022). Pengaruh Cognitive Behavioral Therapy Pada Peningkatan Motivasi Belajar Anak Tuna Laras. Pediatric Anxiety Disorders, 7(2), 317–334. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-813004-9.00015-3

Ramadhanty, N. H., & Istati, M. (2022). Upaya Guru Kelas Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Tunadaksa Di SLB Negeri 3 Banjarmasin. Al-Kamilah: Jurnal Bimbingan, 2, 1–13.

Selikowitz, M. (2001). Buku Seri Keluarga mengenal Sindroma Down. Jakarta. Arcan

Sudirjo, E. (2021). Komunikasi dan Interaksi Sosial Anak. Bandung: CV Salam Insan Mulia

West, B., & Turner, L. H. (2012) Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salmeba Humanika

Wiyani, Novan Adri. (2014). Penanganan nak Usia Dini Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Downloads

Published

2023-12-04

How to Cite

Ghazia, M. P. N., & Rusmawan. (2023). PERILAKU KOMUNIKASI ANAK DOWN SYNDROME DALAM INTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH INKLUSI. Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti, 1(2), 182–190. https://doi.org/10.38048/jpicb.v1i2.2410

Citation Check