ANALISIS KAPITASI BERBASIS KINERJA DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS SISTEM RUJUKAN DAN KINERJA PELAYANAN PRIMER
DOI:
https://doi.org/10.38048/jor.v6i1.6556Keywords:
Kapitasi Berbasis Kinerja, Sistem Rujukan, Pelayanan Kesehatan Primer, Puskesmas BombanaAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan primer melalui capaian indikator Angka Kontak (AK), Rasio Rujukan Rawat Jalan Kasus Non-Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT). Di Kabupaten Bombana, RRNS telah mencapai target nasional, namun AK dan RPPT masih rendah, sehingga perlu dianalisis keterkaitannya dengan efektivitas sistem rujukan dan kinerja pelayanan primer. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi KBK pada Puskesmas Kabupaten Bombana. Metode yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif terhadap data sekunder Januari sampai Juni 2024 dari 22 Puskesmas, BPJS Kesehatan, dan Dinas Kesehatan, menggunakan total sampling serta analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan RRNS sebesar 1,23 persen telah memenuhi target, sedangkan AK 60,51 per mil dan RPPT 1,17 persen belum memenuhi target nasional. Evaluasi sistem rujukan menunjukkan empat dari delapan aspek telah sesuai prosedur, sementara kendala utama meliputi faktor geografis, transportasi, keterbatasan SDM, dan sarana prasarana. Disimpulkan bahwa implementasi KBK telah berjalan, tetapi belum optimal, sehingga diperlukan penguatan akses, SDM, sistem rujukan, komunikasi medis, dan pencatatan layanan secara terintegrasi. Perbaikan tersebut diharapkan meningkatkan fungsi gatekeeper Puskesmas, memperluas layanan promotif preventif, memperbaiki pengelolaan Prolanis, dan mendorong pencapaian kapitasi yang lebih optimal, adil, dan berkelanjutan.
References
Ardhiasti, A., & Setiawan, B. (2019). Analisis fungsi gatekeeper fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam era JKN. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 8(4), 178–186. https://doi.org/10.22146/jkki.45621
Ardhiasti, A., Santoso, B., & Lestari, C. (2021). Hambatan dalam pemenuhan kapitasi berbasis kinerja di FKTP. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 10(2), 365–372. https://doi.org/10.15294/kemas.v10i2.3452
Handayani, L., Kusuma, D., & Wijaya, M. (2022). Distribusi tenaga kesehatan dan implikasinya terhadap kualitas pelayanan primer di Indonesia Timur. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 25(3), 112–124. https://doi.org/10.22146/jmpk.v25i3.4567
Hidayat, R., & Rahmawati, S. (2022). Paradox of performance indicators dalam implementasi kapitasi berbasis kinerja. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(3), 145–156. https://doi.org/10.22146/jkki.67890
Kusuma, H., & Wijayanti, R. (2022). Implementasi kapitasi berbasis kinerja di puskesmas wilayah terpencil Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 23–35. https://doi.org/10.15294/kemas.v18i1.3421
Lestari, P., Handayani, S., & Nugroho, A. (2023). Angka kontak rendah dan risiko underdiagnosed non-communicable diseases: Studi kohort di Nusa Tenggara Barat. Indonesian Journal of Public Health, 18(2), 201–214. https://doi.org/10.20473/ijph.v18i2.2023.201
Maharani, D., Setiawan, P., & Kusuma, A. (2021). Evaluasi capaian indikator kapitasi berbasis kinerja di Kabupaten Malang. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(2), 134–145. https://doi.org/10.20473/jaki.v9i2.2021.134-145
Mukti, A., & Winarso, S. (2020). Pengaruh insentif terhadap peningkatan mutu layanan FKTP. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 8(1), 45–53. https://doi.org/10.20473/jaki.v8i1.2020.45-53
Nurhayati, E., & Pratama, D. (2023). Optimalisasi sistem pencatatan P-Care untuk meningkatkan akurasi penilaian indikator KBK. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan, 8(2), 78–89. https://doi.org/10.24815/jsik.v8i2.2023.78
Pratiwi, S., Kusuma, H., & Lestari, D. (2022). Implementasi sistem rujukan berjenjang di fasilitas kesehatan tingkat pertama Indonesia Timur. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(1), 67–79. https://doi.org/10.22146/jkki.65432
Putri, A., Santoso, R., & Wijaya, T. (2023). Pengaruh karakteristik geografis terhadap implementasi kapitasi berbasis kinerja di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(4), 289–301. https://doi.org/10.21109/kesmas.v17i4.6234
Rahayu, S., & Nugroho, A. (2021). Analisis faktor geografis terhadap angka kontak di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 12(3), 234–245. https://doi.org/10.33846/sf12345
Sari, M., Handayani, P., & Kusuma, R. (2024). Efektivitas model Prolanis terintegrasi Posbindu PTM di wilayah kepulauan Maluku. Jurnal Keperawatan Indonesia, 27(2), 123–136. https://doi.org/10.7454/jki.v27i2.2024.123
Setyowati, R., Lestari, P., & Wijaya, A. (2022). Pengelolaan hipertensi dan diabetes melitus di fasilitas kesehatan tingkat pertama: Tantangan di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penyakit Tidak Menular Indonesia, 6(1), 45–57. https://doi.org/10.32922/jptmi.v6i1.456
Wijaya, T., & Kusuma, D. (2023). Ketiadaan sistem komunikasi medis dan dampaknya terhadap koordinasi rujukan di Indonesia. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 19(1), 112–125. https://doi.org/10.24815/jkk.v19i1.2023.112
Wulandari, P., Setiawan, A., & Rahmawati, D. (2023). Biaya transportasi kesehatan sebagai hambatan akses di wilayah kepulauan Papua Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Papua, 5(2), 178–191. https://doi.org/10.35508/jkmp.v5i2.2023.178





