LEVEL KONDISI FISIK ATLET GULAT GAYA BEBAS: KAJIAN DESKRIPTIF KUANTITATIF
DOI:
https://doi.org/10.38048/jor.v5i3.5840Keywords:
Atlet Gulat, Kondisi FisikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fisik atlet gulat gaya bebas PGSI Mojokerto dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi fisik dan prestasi mereka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian ini melibatkan 19 atlet gulat gaya bebas dari Kota dan Kabupaten Mojokerto, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan sampel yang terdiri dari 16 atlet (7 putra dan 9 putri). Instrumen yang digunakan untuk pengukuran meliputi 12 tes komponen kondisi fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kondisi fisik atlet putra dan putri bervariasi, dengan atlet putra cenderung memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan atlet putri, terutama pada fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan otot. Namun, terdapat kekurangan yang signifikan pada power otot tungkai, baik pada atlet putra maupun putri. Dengan demikian, disarankan agar program latihan difokuskan pada peningkatan power otot tungkai, yang sangat penting untuk mendukung serangan dan bantingan dalam gulat. Program latihan yang lebih spesifik perlu dirancang untuk meningkatkan aspek fisik yang masih kurang, guna mendukung peningkatan performa dan prestasi atlet gulat gaya bebas Mojokerto.
References
Abidin, M. Z., & Jatmiko, T. (2022). Analisis kondisi fisik atlet putra gulat Tuban pada era pandemi Covid-19. Jurnal Prestasi Olahraga, 5(1), 63–69. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-prestasi-olahraga/article/view/44263
Afrinaldi, D., Yenes, R., Nurmai, E., & Rasyid, W. (2021). Kontribusi daya ledak otot tungkai, koordinasi mata-kaki dan keseimbangan terhadap akurasi shooting sepakbola. Jurnal Patriot, 3(4), 373–386. https://doi.org/10.24036/patriot.v3i4.751
Ananda Muhamad Tri Utama. (2022). Pengaruh latihan pliometrik dan kekuatan otot tungkai terhadap power tungkai atlet gulat pesisir selatan (Vol. 9).
Andreato, L. V., Javier, F., Lara, D., Andrade, A., Henrique, B., & Branco, M. (2017). Physical and physiological profiles of Brazilian jiu-jitsu athletes: A systematic review. https://doi.org/10.1186/s40798-016-0069-5
Bafirman, B., & Wahyuri, A. S. (2019). Pembentukan kondisi fisik.
Dikti, T. (1996). Ketahuilah tingkat kesegaran jasmani Anda. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Pusat Kesegaran Jasmani Dan Rekreasi.
Falk Neto, J. H., & Kennedy, M. D. (2019). The multimodal nature of high-intensity functional training: Potential applications to improve sport performance. Sports, 7(2), 33.
Hafizah, S., Komaini, A., & Gemaini, A. (2021). Evaluasi pembinaan prestasi atlet gulat. Jurnal Stamina, 4(6), 245–250.
Harsono, M. S. (1988). Coaching dan aspek-aspek psikologis dalam coaching. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi: Jakarta.
Johnson, B. L., & Nelson, J. K. (1969). Practical measurements for evaluation in physical education.
Joy G. Capricho, K., & L. Cancio, B. (2024). High school students flexibility training in dance. International Journal of Research Publications, 148(1), 30–36. https://doi.org/10.47119/ijrp1001481520246371
Kamandulis, S., Bruzas, V., Mockus, P., Stasiulis, A., Snieckus, A., & Venckunas, T. (2018). Sport-specific repeated sprint training improves punching ability and upper-body aerobic power in experienced amateur boxers. The Journal of Strength & Conditioning Research, 32(5), 1214–1221.
Lestari, A. B., Alim, A., Tomoliyus, Sukamti, E. R., Fauzi, & Hartanto, A. (2023). Static vs dynamic stretching: Which is better for flexibility in terms of gender of badminton athletes? Pedagogy of Physical Culture and Sports, 27(5), 368–377. https://doi.org/10.15561/26649837.2023.0503
Lupa, A. M., Hariyanto, T., & Ardyani, V. M. (2017). Perbedaan tingkat keseimbangan tubuh antara lansia laki-laki dan perempuan. Nursing News, 2(1), 454–461.
Maksum, A. (2012). Metodologi penelitian dalam olahraga. Surabaya: Unesa University Press.
Martiani, M. (2018). Kontribusi antara kekuatan otot tungkai dan kekuatan otot punggung terhadap kemampuan bantingan pinggang olahraga gulat atlet PGSI Provinsi Bengkulu. Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi), 14(2), 108–120. https://doi.org/10.21831/jorpres.v14i2.23822
Muhdir, M., Wahyudi, S., & Subagio, I. (2018). Analisis kondisi fisik atlet puslatda Jawa Timur cabang olahraga gulat gaya bebas dan grego (PON Jawa Barat XIX Tahun 2016). 1–22. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-prestasi-olahraga/article/view/26039
Mustofa, M., & Jatmiko, T. (2019). Pengaruh latihan barbell squat dan barbell deadlift terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai atlet gulat Kabupaten Tuban. Jurnal Prestasi Olahraga, 2(3).
Nahak, B. (2014). Pelatihan lari interval 4x50 meter di pantai berpasir lebih meningkatkan kecepatan lari 100 meter daripada pelatihan lari interval di lapangan pada siswa kelas X SMK N Kakulukmesak NTT. Sport and Fitness Journal. Universitas Udayana.
Nugraheningsih, G., & Saputro, Y. A. (2019). Keolahragaan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada batang tubuh UUD 1945 pendidikan. Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga Dan Kesehatan, 3, 13–26.
Pdate, W. R. A. N. U., Haabene, H. E. C., Egra, Y. A. N., Ouguezzi, R. A. J. A. B., Kaouer, B. E. M., Ranchini, E. M. F., & Achana, S. H. (2017). P P A W: A U. 31(5).
Sudijono, A. (2012). Pengantar statistik. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Pessali-Marques, B., Burden, A. M., Morse, C. I., & Onambélé-Pearson, G. L. (2024). Musculoskeletal morphology and joint flexibility-associated functional characteristics across three time points during the menstrual cycle in female contemporary dancers. Journal of Functional Morphology and Kinesiology, 9(1). https://doi.org/10.3390/jfmk9010038
Prima, P., & Kartiko, D. C. (2021). Survei kondisi fisik atlet pada berbagai cabang olahraga. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 9(1), 161–170. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikn-jasmani/issue/archive
Rahayu, N. (2018). Tingkat kondisi fisik atlet pencak silat di padepokan PSHT Kabupaten Tulungagung Tahun 2017. Jurnal Simki Techsain, 02(05), 1–12. http://simki.unpkediri.ac.id/detail/13.1.01.09.0248
Saputra, A., Sutisyana, A., Permadi, A., & Restu, B. (2024). Hubungan kekuatan otot lengan dan otot perut terhadap kemampuan gulungan pinggang atlet gulat Provinsi Bengkulu. The Relationship between Arm Muscle Strength and Abdominal Muscles on the Waist Rolling Ability of Wrestling Athletes in Bengkulu Province, 5(2), 191–200. https://doi.org/10.33369/gymnastics
Saputra, L. G., & Nurrochmah, S. (2019). Profil tingkat kelentukan togok dan daya tahan jantung paru atlet gulat junior. Sport Science and Health, 1(3), 208–213. http://journal2.um.ac.id/index.php/jfik/article/view/11355
Sidik, D. Z. (2010). Mengajar dan melatih atletik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sudijono, A. (2012). Pengantar statistik. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Suntoda, A. (2000). Tes, pengukuran, dan evaluasi dalam cabang olahraga. Andi Suntoda S., Fakultas Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Tahun 2009, 1–32.
Wiriawan, O. (2017). Panduan pelaksanaan tes dan pengukuran olahragawan. Yogyakarta: Thema Publishing.
Wood, R. J. (2008). Side-step test. Topend sports website. https://www.topendsports.com/testing/tests/sidestep.htm
Wrestling, F. (2020). International Greco-Roman Wrestling Women’s Wrestling Foreword.
Yulianto, P. D. (2018). Perbandingan hasil kondisi fisik dan antropometri atlet gulat gaya greco roman pengcab Kabupaten Tuban dengan pengcab Kabupaten Malang. Jurnal Kesehatan Olahraga, 1–9.
Zaccagni, L. (2012). Anthropometric characteristics and body composition of Italian national wrestlers. European Journal of Sport Science, 12(2), 145–151.





