PENGARUH AEROBIC INTERVAL TRAINING TERHADAP PERFORMA LARI 12 MENIT DI KOMUNITAS JAGARAGA RUNNERS
DOI:
https://doi.org/10.38048/jor.v5i2.5451Keywords:
Aerobic interval training, Performa lari, Cooper test, Pelari pemulaAbstract
Komunitas Jagaraga Runners adalah komunitas lari yang berbasis di Kebumen, terdiri dari pelari rekreasi atau penggemar lari non-atletik. Sebagian besar anggotanya merupakan pelari pemula yang belum memahami program latihan secara terstruktur, sehingga performa mereka sulit berkembang. Salah satu metode latihan yang efektif untuk meningkatkan performa lari adalah Aerobic Interval Training (AIT), yaitu latihan yang mengombinasikan lari dengan intensitas sedang hingga tinggi dan diselingi dengan periode pemulihan aktif. Dalam penelitian ini, digunakan rasio interval 2:1 yang sesuai untuk pelari pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh AIT terhadap peningkatan performa lari 12 menit pada anggota Jagaraga Runners. Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan 10 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui aplikasi Strava untuk merekam jarak dan waktu tempuh, dan evaluasi dilakukan menggunakan Cooper Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan performa, dari rata-rata 2,45 km pada pretest menjadi 2,68 km pada posttest. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05), yang berarti AIT memberikan pengaruh positif terhadap performa lari. Dengan demikian, program AIT terbukti efektif meningkatkan kemampuan fisik pelari pemula di komunitas Jagaraga Runners.
References
Badaruddin, R., Fudail, M., Fitriana, Y., & Ramadhan, M. Z. (2024). Pengaruh latihan Tes Cooper terhadap indeks massa tubuh pada mahasiswa obesitas Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 10(3), 361–369.
Febrianti, N. I., Widowati, A., & Muzaffar, A. (2024). Survei minat siswa terhadap popularitas materi PJOK di SMA Negeri 4 Kota Jambi. Cerdas Sifa Pendidikan, 13(2), 195–204.
Festiawan, R., Suharjana, S., Priyambada, G., & Febrianta, Y. (2020). High intensity interval training dan fartlek training: Pengaruhnya terhadap tingkat VO2 Max. Jurnal Keolahragaan, 8(1), 9–20. https://doi.org/10.21831/jk.v8i1.31076
Hafizh, A., Asriwandari, H., & Hidir, A. (2022). Perilaku konsumtif sebagai sebuah gaya hidup: Studi komunitas lari LibuRUN di Kota Pekanbaru. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(3), 312–325. https://doi.org/10.37329/ganaya.v5i3.1924
Hermawati, G. D., & Rosando, A. F. (2025). Perlindungan hukum peserta event lari dalam program jaminan kecelakaan kerja. Journal Evidence of Law, 4(1), 61–70.
Hov, H., Wang, E., Lim, Y. R., Trane, G., Hemmingsen, M., Hoff, J., & Helgerud, J. (2023). Aerobic high-intensity intervals are superior to improve V?O2max compared with sprint intervals in well-trained men. Scandinavian Journal of Medicine and Science in Sports, 33(2), 146–159. https://doi.org/10.1111/sms.14251
Kharisma, Y., & Mubarok, M. Z. (2020). Pengaruh latihan interval dengan latihan fartlek terhadap peningkatan VO2Max pemain bola voli. Biormatika: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 6(2), 125–131. https://doi.org/10.35569/biormatika.v6i02.811
Mori Saputra, D. I., Saleh, K., & Andra, Y. (2022). Pengaruh latihan fartlek dan interval terhadap peningkatan VO2Max pemain futsal Berkah United Merangin. Jurnal Muara Pendidikan, 7(2), 386–394. https://doi.org/10.52060/mp.v7i2.1016
Mubarok, M. Z., & Kharisma, Y. (2022). Pengaruh metode latihan interval terhadap peningkatan daya tahan aerobik (VO2Max). Biormatika: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 8(1), 128–136. https://doi.org/10.35569/biormatika.v8i1.1152
Ramadhan, Z., & Kadarisman, Y. (2025). Perilaku konsumtif komunitas Bangkinang Running Club. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(5), 1766–1776.
Sánchez-Otero, T., Tuimil, J. L., Boullosa, D., Varela-Sanz, A., & Iglesias-Soler, E. (2022). Active vs. passive recovery during an aerobic interval training session in well-trained runners. European Journal of Applied Physiology, 122(5), 1281–1291. https://doi.org/10.1007/s00421-022-04926-2
Taufik, M. S., Putri, R. E., Kastrena, E., & Rahadian, A. (2020). Survei minat komunitas lari OerangTjianzoeRun dalam melakukan aktivitas fisik di rumah pada pandemi COVID-19. Jurnal MensSana, 5(2), 115–122. https://doi.org/10.24036/menssana.050220.03
Usmany, L. E., Dinata, I. M. K., Lesmana, S. I., Pangkahila, J. A., Adiputra, L. M. I. S. H., & Griadhi, I. P. A. (2020). Latihan high-intensity interval training rasio work-to-rest 2:1 sama baiknya dengan 1:1 dalam meningkatkan daya tahan kardiorespirasi pada pelari komunitas. Sport and Fitness Journal, 8(1), 8. https://doi.org/10.24843/spj.2020.v08.i01.p02
Wajib, M., & Sukma, H. M. E. (2022). Pengaruh high intensity interval training dan circuit training terhadap VO2Max atlet lari jarak menengah jauh. Prosiding Seminar Nasional Spencer, 1.
Widodo, L. Y., & Hanani, E. S. (2021). Profil VO?Max peserta ekstrakurikuler olahraga bola basket di SMA Negeri 3 Kota Tegal. Indonesian Journal for Physical Education and Sport, 2(2), 650–661.
Wijaya, S. T. (2019). Analisis VO2Max melalui Cooper Test dan Balke Run Test pada atlet hockey SMA Negeri 1 Menganti. Paper Knowledge: Toward a Media History of Documents, 7(2), 453–458.





