KEBUGARAN JASMANI ANAK PESISIR: STUDI TINGKAT AKTIVITAS FISIK PADA ANAK USIA 7-8 TAHUN
DOI:
https://doi.org/10.38048/jor.v5i2.5446Keywords:
Kebugaran jasmani, Anak pesisir, Aktivitas fisik, Usia dini (7–8 Tahun)Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan kebugaran jasmani pada siswa berusia 7–8 tahun di SDN 1 Paciran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian melibatkan 76 siswa. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan instrumen Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C), sedangkan kebugaran jasmani dinilai melalui Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI-A). Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan kebugaran jasmani (r = 0,354, p = 0,002). Sebagian besar siswa memiliki tingkat aktivitas fisik yang tergolong sangat kurang (40%), namun tingkat kebugaran jasmani mereka berada pada kategori baik (34%). Siswa yang memiliki durasi aktivitas fisik yang lebih lama cenderung menunjukkan tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik.
References
Abdurrahim, & Hariadi. (2018). Tingkat kebugaran jasmani siswa SDN Tulungrejo 03 daerah dataran tinggi Kecamatan Bumiaji Kota Batu tahun pelajaran 2018/2019. Indonesia Performance Journal, 2(2), 68–73.
Bayu Samudera, F. D., Wahjuni, E. S., & Hidayat, T. (2024). Dampak status gizi, pola hidup sehat dan aktivitas fisik terhadap kebugaran jasmani pada siswa Sekolah Dasar Pasar Ikan Sidoarjo. Eduinovasi: Journal of Basic Educational Studies, 4(1), 774–790. https://doi.org/10.47467/edui.v4i1.6145
Dewa, A. K., & Winarno, M. (2023). Hubungan aktivitas fisik terhadap kebugaran jasmani SMA Islam Al Ma`arif Singosari. GYMNASIA: Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, 2(2), 116–129. http://jurnal.anfa.co.id/index.php/PJKR
Dinas Kesehatan Lamongan. (2021). Profil Kesehatan Kabupaten Lamongan. https://lamongankab.go.id/beranda/dinkes/post/1872
Erwinanto, D. (2017). Hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani siswa SMK Muhammadiyah 1 Wates. Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, 6(5), 1–11.
Habibie, M., Rizky, O. B., Silaban, R. A., Fitrianto, A. T., Kalimantan, U. I., Bengkulu, U., Manado, U. N., Pattimura, U., Artikel, I., Jasmani, T. K., & Education, J. (2024). Tingkat kebugaran jasmani fase A di daerah lahan rawa SDN Telaga Biru 7 Banjarmasin. Jurnal Kebugaran Jasmani, 12(3), 433–440.
Hsieh, P. L., Chen, M. L., Huang, C. M., Chen, W. C., Li, C. H., & Chang, L. C. (2014). Physical activity, body mass index, and cardiorespiratory fitness among school children in Taiwan: A cross-sectional study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 11(7), 7275–7285. https://doi.org/10.3390/ijerph110707275
Frankel, J. R., & Wellen, N. E. (2008). How to design and evaluate research in education. McGraw-Hill.
Jabnabillah, F., & Margina, N. (2022). Analisis korelasi Pearson dalam menentukan hubungan antara motivasi belajar dengan kemandirian belajar pada pembelajaran daring. Jurnal Sintak, 1(1), 14–18.
Jaihar, S., Dachlan, D. M., Fisik, A., & Fisik, K. (n.d.). Analisis status gizi dan aktivitas fisik dengan ketahanan fisik siswa di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Makassar, Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 1–12.
Jamil, F. S. (2022). Peningkatan kapasitas pemuda melalui kegiatan olahraga menuju kampung atlet sepak bola. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9, 356–363.
Lagarinda, E. (2024). Analisis aktivitas fisik terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa. Jurnal Keolahragaan, 11(1), 1–10.
Lokapure, K. B. (2019). A comparative study of physical fitness of coastal and non-coastal areas. International Journal of Physical Education, 13, 13–15.
Masdalis. (2023). Hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh pada anak usia sekolah 7–12 tahun di UPTD SD Negeri 93 Barru. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan, 14(2), 111–114.
Murti, B. (2010). Desain dan ukuran sampel untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif di bidang kesehatan. Gadjah Mada University Press.
Muslihin, H. Y. (2020). Bagaimana mengajarkan gerak lokomotor pada anak usia dini? Jurnal PAUD Agapedia, 2(1), 76–88. https://doi.org/10.17509/jpa.v2i1.24390
Mustamin. (2016). Fisik terhadap status gizi pada siswa sekolah: Relationship of diet knowledge levels and physical activities toward nutritional status. Jurnal Gizi, 18(1), 1–6.
Pradana, K. A., Kurniawan, A. W., Winarno, M. E., & Kurniawan, R. (2023). Survei tingkat kebugaran jasmani siswa di Sekolah Dasar Negeri Padangan 1 Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 15(1), 1–9. https://doi.org/10.17509/jko-upi.v15i1.56191
Pranata, D. (2022). Pengaruh olahraga dan model latihan fisik terhadap kebugaran jasmani remaja. Jurnal Kesehatan Olahraga, 10, 107–116.
Prasetio, B. (2013). Hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh pada anak di daerah kampung nelayan pesisir Pantai Kenjeran. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 347–350.
Prasetiyo, R., & Synthiawati, N. N. (2023). Tingkat kebugaran jasmani siswa SD Negeri Balongbesuk Jombang. Prosiding Conference on Research Community Services (CORCYS), 296–304. https://ejournal.stkipjb.ac.id/index.php/CORCYS/article/view/3272
Quraisy, A. (2022). Normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. J-HEST: Journal of Health Education Economics Science and Technology, 3(1), 7–11. https://doi.org/10.36339/jhest.v3i1.42
Ramadhani, N. W., & Fithroni, H. (2020). Identifikasi pola aktivitas fisik anak sekolah dasar di Kota Surabaya dan Kabupaten Nganjuk. Jurnal Kesehatan Olahraga, 8(3), 212.
Rohmah, L., & Muhammad, H. N. (2021). Tingkat kebugaran jasmani dan aktivitas fisik siswa sekolah. Jurnal Universitas Negeri Surabaya, 9(1), 511–519.
Sabani, F. (2019). Perkembangan anak-anak selama masa sekolah dasar (6–7 tahun). Didakta: Jurnal Kependidikan, 8(2), 89–100.
Sinta Zakiyah, N. H. H., Yasifa, A., Siregar, S. P., & Ningsih, O. W. (2024). Perkembangan anak pada masa sekolah dasar. DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(1), 71–79. https://doi.org/10.54259/diajar.v3i1.2338
Sirajudeen, M. S., Waly, M., Manzar, M. D., Alqahtani, M., Alzhrani, M., Alanazi, A., Unnikrishnan, R., Muthusamy, H., Saibannavar, R., & Alrubaia, W. (2022). Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C): Arabic translation, cross-cultural adaptation, and psychometric validation in school-aged children in Saudi Arabia. PeerJ, 10, e13237. https://doi.org/10.7717/peerj.13237
Siti Aminah. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi ibu-ibu dalam mengikuti senam aerobik di Desa Rawa Mulya Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5, 16–23.
Sugiyono. (2009). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian korelasional. Alfabeta.
Syahroni, R. H., Hermayanti, R. A., Sundari, S. A., & Audyna, Z. (2024). Manfaat pendidikan jasmani dan olahraga untuk siswa sekolah dasar dalam membangun karakter dan kebugaran. Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani, 8(5), 185–193.
Ummah, M. S. (2019). Psikologi perkembangan anak usia dini. Jurnal Psikologi Anak, 11(1).
Zenitha, N. M., & Hartoto, S. (2019). Hubungan aktivitas fisik di luar jam pelajaran PJOK terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 7(3), 519–522.





