THE EFFECT OF THE LOCAL WISDOM-BASED LASKAR CILIK DANCE ON PATTERN RECOGNITION SKILLS OF CHILDREN AGED 5–6 YEARS
DOI:
https://doi.org/10.38048/jipcb.v13i3.7098Keywords:
Local Wisdom, Laskar Cilik Dance, Pattern Recognition Skills, Cognitive Development, Early Childhood EducationAbstract
This study aimed to determine the effect of the local wisdom-based Laskar Cilik Dance on pattern recognition skills among children aged 5–6 years at Sunan Ampel Kindergarten. The research employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a One-Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of 20 children aged 5–6 years from Group B, selected through purposive sampling. Data were collected through structured observation using a pattern recognition skills observation sheet that assessed children's ability to identify repetitive movement patterns, follow movement sequences, synchronize movements with rhythm, and understand movement formations. Data were analyzed using descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, and a paired-sample t-test. The results showed that the mean score of children's pattern recognition skills increased from 7.1 in the pretest to 12.2 in the posttest. The hypothesis testing results indicated a calculated t-value of 15.67 with a significance value of 0.000 (< 0.05), demonstrating a statistically significant difference between children's pattern recognition skills before and after the intervention. Therefore, the local wisdom-based Laskar Cilik Dance had a significant positive effect on improving pattern recognition skills among children aged 5–6 years at Sunan Ampel Kindergarten.
References
Amelia, R., & Sari, D. P. (2024). Digital big book as interactive media to support early English literacy in early childhood education. Journal of Early Childhood Learning, 9(1), 45–57.
Depdiknas. (2004). Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Direktorat PAUD. (2018). Pedoman Pembelajaran Seni untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Hamalik, O. (2017). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hidayati, N., & Suryana, D. (2021). Pengembangan kemampuan kognitif anak usia dini melalui kegiatan seni tari berbasis budaya lokal. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 112–121.
Indriyatama, F., & Suryani, L. (2023). Pelaksanaan kegiatan menari kreatif dalam pengembangan kemampuan kognitif anak usia dini. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(10), 7674–7682. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i10.2938
Khasanah, K., & Handayaningrum, W. (2021). Pengenalan seni tari pada anak usia dini sebagai upaya menangkal kecanduan gadget di sanggar seni Kartika Budaya Kabupaten Jember. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 11(1), 140–153. https://doi.org/10.26740/jps.v11n1.p140-153
Kemdikbud. (2015). Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemdikbud. (2018). Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 PAUD. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Latif, M., Zukhairina, Zubaidah, R., & Afandi, M. (2016). Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2019). Qualitative Data Analysis (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mulyasa, E. (2017). Manajemen PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, B. (2018). Penilaian Pembelajaran Anak Usia Dini. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Osnithia, Y., & Pamungkas, J. (2022). Identifikasi pembelajaran seni berbasis budaya lokal Yogyakarta pada anak usia 5–6 tahun di TK ABA Jetis Argomulyo Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(1), 7–10. https://doi.org/10.58222/jurip.v1i1.32
Permatasari, D., & Lestari, S. (2020). Pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam mengembangkan aspek kognitif anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 899–908.
Putri, S. A., Maryani, K., & Fadlullah. (2023). Implementasi pembelajaran Tari Bedug Warnane pada anak usia 3–6 tahun. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif, 6(1). https://doi.org/10.36722/jaudhi.v6i1.2021
Rahmawati, N., & Pamungkas, J. (2023). Tari Tikus Buntung untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4287–4294. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.4623
Santrock, J. W. (2019). Child Development (15th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Saputri, O. V. T., Harun, H., & Pamungkas, J. (2023). Analisis koreografi Tari Wonderland Indonesia terhadap kemampuan motorik kasar anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7579–7586. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.4670
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sujiono, Y. N. (2016). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.
Suryana, D. (2018). Pendidikan Anak Usia Dini: Stimulasi dan Aspek Perkembangan Anak. Jakarta: Kencana.
Widodo, H. (2020). Integrasi seni tari tradisional dalam pembelajaran anak usia dini untuk pengembangan pola dan irama. Jurnal PAUD Indonesia, 9(1), 45–53.
Wulandari, R. T., Gonadi, L., Suryadi, & Tirtaningsih, M. T. (2022). Development of early childhood dance pattern module with augmented reality (AR). Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran, 9(2), 158–169. https://doi.org/10.17977/um031v9i22022p158
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
