INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA: TRANSFORMASI KARAKTER AGAMA

Authors

  • Muzakir Walad Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur, Indonesia
  • Ulyan Nasri Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur, Indonesia
  • M. Ikhwanul Hakim Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur, Indonesia
  • Muh. Zulkifli Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38048/jipcb.v12i1.4676

Keywords:

Integrasi Nilai, Kearifan Lokal, Pendidikan Agama, Transformasi Karakter

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi kearifan lokal dalam pendidikan agama di Lombok untuk membentuk karakter religius siswa. Meskipun banyak studi membahas pendidikan karakter dan nilai lokal dalam kurikulum, penelitian spesifik mengenai implementasi tradisi khas Lombok, seperti Pesta Begawe, Nyongkolan, Maulid Adat Bayan, dan Ngejot, dalam pendidikan agama masih terbatas. Pendekatan holistik yang mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum dan metode pembelajaran juga belum banyak diteliti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi analisis kurikulum, studi tradisi masyarakat Lombok, serta observasi praktik Ngejot di Desa Lenek. Analisis dilakukan secara tematik dan deskriptif, dengan triangulasi data untuk menjaga validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lokal memiliki peran penting dalam pendidikan agama. Tradisi Pesta Begawe, Nyongkolan, dan Maulid Adat Bayan berkontribusi terhadap pembentukan nilai moral siswa, sementara tradisi Ngejot memperkuat identitas sosial dan keterlibatan komunitas. Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan agama dapat meningkatkan pemahaman keagamaan, kepedulian sosial, serta pengembangan etika dan keterampilan sosial siswa. Implikasi akademiknya mencakup pengembangan kurikulum berbasis budaya, metode pengajaran kontekstual, serta kajian lebih lanjut tentang pendidikan karakter berbasis tradisi lokal. Keterlibatan orang tua dan pemanfaatan teknologi diperlukan untuk mendukung pelestarian budaya. Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga meningkatkan harmoni sosial dan kualitas pembelajaran berbasis nilai.

References

Abdullah. (2013). Kearifan Lokal dalam Budaya Jawa: Penyelarasan Budaya Jawa dalam Pembelajaran Sejarah di Sekolah. UPI Bandung.

Ahmadi, R. (2005). Memahami Metodologi Penelitian Kualitatif. (Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang (UM Press).

Alo Liliweri. (2003). Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya. LKIS.

Amin Abdullah., (2010). Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif—Interkonektif. Pustaka Pelajar.

Amin Abdullah (dkk), (2003). Menyatukan Kembali Ilmu-Ilmu Agama dan Umum; Upaya Mempertemukan Epistemologi Islam dan Umum. Suka Press.

Azyumardi Azra., (2005). Reintegrasi Ilmu-Ilmu, Integrasi Ilmu dan Agama, Interprestasi dan Aksi. Mizan.

Azyumardi Azra. (2007). Merawat Kemajemukan Merawat Indonesia. Kanisius.

B. Miles, M., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, edition 3”. Sage Publications.

Creswell, J. W. (2008). Educational Research – Planning, Conducting, And Evaluating Quantitative And Qualitative Research. Third Edition. Pearson Education, Inc.

Dewi Masyitoh, Rahma Dewi Mustika, Ahilla Salma Alfaza, & A F Hidayatullah. (2020). Amin Abdullah dan Paradigma Integrasi-Interkoneksi. JSSH: Jurnal Sains Sosial Dan Humaniora, 4(1), 81–88.

Emzir. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data. Raja Grasindo Persada.

Fahrurrozi. (2015a). Budaya Pesantren di Pulau Seribu Masjid, Lombok. Karsa: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman, 23(2), 325–346.

Fahrurrozi. (2015b). Ekspresi Keberagamaan Masyarakat Islam Indonesia: Mozaik Multikulturalisme Indonesia. Toleransi: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 7(1), 15–34. http://dx.doi.org/10.24014/trs.v7i1.1419

Farkhani, Elviandri, Khudzaifah, D., Absori, & Muh Zuhri. (2022). Converging Islamic and religious norms in Indonesia’s state life plurality. IJIMS: Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 12(2), 421–446. https://doi.org/10.18326/ijims.v12i2.421-446

Fathul Mufid. (2013). Integrasi Ilmu-Ilmu Islam. 1(1), 55–71.

Iman Firmansyah, M., Encep, S. N., Kama, A. H., & Aceng, K. (2023). Local Wisdom-Based PAI Learning: Exploring Integrated Models In Building Student National Character. TARBAWY?: Indonesian Journal of Islamic Education, 10(1), 234–252. https://doi.org/10.17509/t.v10i1.57477

Karim, A. (2022). Integration of Religious Awareness in Environmental Education. Qudus International Journal of Islamic Studies (QIJIS), 10(2), 415–442. http://dx.doi.org/10.21043/qijis.v10i2.14404

Kholisussa’di, Agus Fahmi, & Ari Purmadi. (2021). Implementasi Sistem Pendidikan Non Formal Santriwati yang Bersekolah Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Anwarul Halimy Sesele Lombok Barat. Jurnal Visionary?: Penelitian Dan Pengembangan Dibidang Administrasi Pendidikan, 9(2), 50–56. https://e-journal.undikma.ac.id/index.php/visionary

Kusmiran, Ilyas Husti, & Nurhadi. (2022). Pendidikan Formal, Non Formal dan Informal dalam Desain Hadits Tarbawi. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 1(2), 485–492. https://jpion.org/index.php/jpi

M. Bamberger. (2000). Integrating Quantitative and Qualitative Research in Devlopment Project. Directions in Devlopment.

Naim, N. (2018). Deradicalization Through Islamic Education at State Institute for Islamic Studies (IAIN) Tulungagung. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 22(2), 211–224. https://doi.org/10.29300/madania.v22i2.1173

Najib, Agus Moh. (2011). Hubungan Antar Agama dalam Merajut Perbedaan Membangun Kebersamaan. Dialogue Centre Press UIN.

Purwasito, Andrik. (2003). Komunikasi MultikulturaL. Universitas Muhammadiyah.

Santosa. (2015). Kearifan Lokal dan Budaya Jawa dalam Pendidikan Karakter. 5(1), 43-55.

Solichin Salam. (1992). Lombok Pulau Perawan: Sejarah dan Masa Depannya. Kuning Mas.

Suparlan, Parsudi. (2002). Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural. Makalah Simposium Jurnal Antropologi III.

Ulyan Nasri. (2023). Exploring Qualitative Research: A Comprehensive Guide to Case Study Methodology. Al-Hikmah: Jurnal Studi Islam, 4(3), 72–85. https://doi.org/10.51806/al-hikmah.v4i3.5627

Wasitohadi. (2012). Gagasan dan Desain Pendidikan Multikultural di Indonesia. Scholaria, 2(1), 116–149.

Zainal Abidin Bagir (ed). (2005). Integrasi Ilmu dan Agama, Interprestasi dan Aksi. Mizan

Downloads

Published

2025-02-16

How to Cite

Walad, M., Nasri, U., Hakim, M. I., & Zulkifli, M. (2025). INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA: TRANSFORMASI KARAKTER AGAMA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 12(1), 265–277. https://doi.org/10.38048/jipcb.v12i1.4676

Citation Check