PENGUATAN BUDAYA DISIPLIN DAN SOPAN SANTUN SEBAGAI FONDASI KARAKTER ANAK USIA DINI DI PAUD
DOI:
https://doi.org/10.38048/jcp.v6i3.6923Abstract
Abstract This study aims to analyze the strengthening of discipline and politeness culture as a foundation for character building in early childhood education (ECE). The research employed a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation conducted over a two-week period. The subjects of this study were young children and teachers in an ECE institution. The findings indicate that the implementation of discipline and politeness culture has been carried out through habituation methods integrated into daily activities, such as arriving on time, praying together, using polite language, and showing respect to teachers and peers. Approximately 75% of children demonstrated good discipline and polite behavior, while 25% still required further guidance. The role of teachers as role models, a supportive school environment, and parental involvement at home were identified as key factors influencing the success of character development. These findings highlight that consistent habituation plays a significant role in shaping positive behaviors in early childhood. Therefore, collaboration among teachers, schools, and parents is essential to continuously instill discipline and politeness values, ensuring the development of strong character and moral values in children from an early age.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan budaya disiplin dan sopan santun sebagai fondasi pembentukan karakter anak usia dini di PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan selama dua minggu. Subjek penelitian adalah anak usia dini dan guru di lembaga PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya disiplin dan sopan santun telah dilakukan melalui metode pembiasaan yang terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari, seperti datang tepat waktu, berdoa bersama, menggunakan bahasa santun, serta menghormati guru dan teman. Sebanyak 75% anak telah menunjukkan perilaku disiplin dan sopan santun yang baik, meskipun masih terdapat 25% anak yang belum optimal dalam menerapkannya. Peran guru sebagai teladan, lingkungan sekolah yang kondusif, serta dukungan orang tua di rumah menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembentukan karakter anak. Temuan ini menegaskan bahwa pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk perilaku positif pada anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara guru, sekolah, dan orang tua dalam menanamkan nilai disiplin dan sopan santun secara berkelanjutan agar terbentuk karakter anak yang kuat dan berakhlak baik sejak usia dini




