PERAN TATA KELOLA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKANDAN PROFESIONALISME CALON PENDIDIK PADA KEGIATAN PLP 1
DOI:
https://doi.org/10.38048/jcp.v6i2.6880Abstract
Pengelolaan sekolah merupakan dasar utama dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas, efisien, akuntabel, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi pengelolaan sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta menilai perannya dalam membentuk profesionalisme calon guru melalui kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP 1). (1)Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Partisipan penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembimbing, siswa, serta mahasiswa peserta PLP 1. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Boawae selama dua minggu, yaitu pada tanggal 9 hingga 28 Februari. (2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sekolah yang efektif mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi yang saling terintegrasi. Hal ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, efisiensi manajemen, serta terciptanya lingkungan belajar yang positif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, kepemimpinan kepala sekolah yang bersifat transformasional dan partisipatif memiliki peran penting dalam membangun budaya mutu, meningkatkan kinerja guru, serta mendorong inovasi dalam pembelajaran. (3)Pelaksanaan PLP 1 memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian. Sinergi antara pengelolaan sekolah yang efektif dan pelaksanaan PLP 1 yang terencana menjadi faktor penting dalam menghasilkan calon guru yang adaptif, reflektif, dan profesional sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. (4) Faktor pendukung dalam kegiatan ini meliputi komitmen seluruh warga sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kerja sama yang baik antara sekolah dan perguruan tinggi. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan PLP 1, perbedaan kemampuan mahasiswa, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.




