IMPLEMENTASI LAGU TRADISIONAL ISO SI ZELE WOLO DALAM PEMBELAJARAN SENI ANAK USIA DINI
DOI:
https://doi.org/10.38048/jcmp.v4i3.7201Keywords:
Anak Usia Dini, Budaya Lokal, Lagu Tradisional, Pembelajaran Seni, Iso Si Zele WoloAbstract
Pembelajaran seni anak usia dini masih cenderung menggunakan lagu anak modern dan lagu nasional, sementara lagu tradisional daerah belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan lagu tradisional Iso Si Zele Wolo sebagai media pembelajaran seni, respons anak, serta kendala pelaksanaannya di TKN Linajawa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek satu kepala sekolah, dua guru, dan delapan anak usia 4–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dilaksanakan melalui pengenalan lagu, pemberian contoh, pengulangan lirik, tepukan irama, gerakan sederhana, dan bernyanyi bersama. Sebagian besar anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik, terutama pada indikator interaksi sosial. Kendala meliputi rasa malu, perbedaan kemampuan, serta keterbatasan media budaya lokal. Disimpulkan bahwa lagu ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran seni sekaligus pengenalan budaya Ngada secara sederhana, kontekstual, menyenangkan, dan bermakna.
References
Boucher, H., Gaudette-Leblanc, A., Raymond, J., & Peters, V. (2021). Musical learning as a contributing factor in the development of socio-emotional competence in children aged 4 and 5: An exploratory study in a naturalistic context. Early Child Development and Care, 191(12), 1922–1938. https://doi.org/10.1080/03004430.2020.1862819
Fitri, Y. M., & Nurhafizah, N. (2021). Pengaruh metode gerak dan lagu terhadap perkembangan sosial dan emosional anak di Kota Padang. Jurnal Basicedu, 5(2), 636–642. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i2.779
Gaudette-Leblanc, A., Boucher, H., Bédard-Bruyère, F., Pearson, J., Bolduc, J., & Tarabulsy, G. M. (2021). Participation in an early childhood music programme and socioemotional development: A meta-analysis. International Journal of Music in Early Childhood, 16(2), 131–153. https://doi.org/10.1386/ijmec_00032_1
Hamilton, C., & Murphy, V. A. (2024). Folk pedagogy? Investigating how and why UK early years and primary teachers use songs with young learners. Education 3–13, 52(8), 1488–1509. https://doi.org/10.1080/03004279.2023.2168132
Laure, M., & Habe, K. (2024). Stimulating the development of rhythmic abilities in preschool children in Montessori kindergartens with music-movement activities: A quasi-experimental study. Early Childhood Education Journal, 52, 563–574. https://doi.org/10.1007/s10643-023-01459-x
Perdana, F. (2022). Musik tradisional bagi perkembangan kognitif anak usia dini. Asghar: Journal of Children Studies, 2(1), 81–92. https://doi.org/10.28918/asghar.v2i1.5772
Putri, C. F., & Pamungkas, J. (2025). Eksplorasi ekspresi seni anak usia dini melalui tari daerah dan musik tradisional angklung: Studi di TKN Pembina dan TK Santa Theresia. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(2), 1026–1033. https://doi.org/10.31004/aulad.v8i2.1172
Putri, L. S., Tasya, L., Qistina, N. I., & Lubis, H. Z. (2024). Pentingnya pendidikan musik dalam pembelajaran anak usia dini di TK Ananda. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 223–231. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.12367
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Ruokonen, I., Tervaniemi, M., & Reunamo, J. (2021). The significance of music in early childhood education and care of toddlers in Finland: An extensive observational study. Music Education Research, 23(5), 634–646. https://doi.org/10.1080/14613808.2021.1965564
Sari, A. P., Hariyanti, D. P. D., & Purwadi. (2021). Analisis kecerdasan musikal anak usia dini dengan bermain alat musik angklung di kelompok B. Wawasan Pendidikan, 1(2), 225–233. https://doi.org/10.26877/wp.v1i2.8839
Shih, Y.-H. (2022). Designing culturally responsive education strategies to cultivate young children’s cultural identities: A case study of the development of a preschool local culture curriculum. Children, 9(12), Article 1789. https://doi.org/10.3390/children9121789
Susanti, T., & Pamungkas, J. (2023). Analisis penggunaan alat musik rebana sebagai media pembelajaran seni musik anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2037–2045. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.3304
Suwono. (2022). Local culture-based music game model for early childhood education. Journal of Childhood Development, 2(2), 112–121. https://doi.org/10.25217/jcd.v2i2.2746
Tarwiyah, T. (2023). ECE music courses in higher education: Rhythmic learning based on local culture through the solfeggio technique. JPUD: Jurnal Pendidikan Usia Dini, 17(1), 134–143. https://doi.org/10.21009/JPUD.171.10
Widiastuti, R. Y., Pradani, D. S. P., & Khotimah, A. K. (2025). Exploration of the use of learning media in introduction to local culture in Jember Regency. JCE: Journal of Childhood Education, 9(1), 46–60. https://doi.org/10.30736/jce.v9i1.2364



