ANALISIS PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN PENERAPAN TEORI DAN PRAKTIK DALAM PEMBELAJARAN PJOK TERHADAP KETERAMPILAN DASAR ATLETIK SMA
DOI:
https://doi.org/10.38048/jcmp.v3i4.6080Keywords:
Pembelajaran PJOK, Keterampilan Dasar Atletik, Ketidakseimbangan Teori dan PraktikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakseimbangan penerapan teori dan praktik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) terhadap keterampilan dasar atletik siswa SMA. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam teknik dasar atletik akibat dominannya pembelajaran teori dibandingkan praktik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya penerapan praktik secara proporsional berdampak negatif terhadap kemampuan motorik siswa, termasuk koordinasi gerak, keseimbangan, dan ketepatan teknik dalam cabang atletik seperti lari, lompat, dan lempar. Selain itu, minimnya kegiatan praktik menurunkan motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara teori dan praktik agar pembelajaran PJOK tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga meningkatkan keterampilan fisik siswa secara optimal.
References
Agarkar, S. C. (2019). Influence of learning theories on science education. Resonance, 24(8), 847–859. https://doi.org/10.1007/s12045-019-0844-9
Ahmar, D. A. P. (2012). Pelaksanaan pembelajaran IPA berbasis lingkungan alam sekitar kelas III di SD Islam Terpadu Ibnu Mas’ud Kulon Progo. (Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta). https://eprints.uny.ac.id/8597
Dimyati, & Mudjiono. (2013). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Fakhrurrazi. (2018). Hakikat pembelajaran yang efektif. Jurnal At-Tafkir, 11(1), 85–99.
Hartono, S., Wahyudi, H., Sulistyarto, S., Ashadi, K., Bawono, M. N., & Kristiyandaru, A. (2013). Pendidikan jasmani: Sebuah pengantar. Surabaya: Unesa University Press.
Husdarta, J. S., & Saputra, Y. M. (2013). Belajar dan pembelajaran pendidikan jasmani. Bandung: Alfabeta.
Iskandar, D. (2020). Strategi pembelajaran pendidikan jasmani untuk meningkatkan keterampilan motorik siswa. Jurnal Pendidikan Olahraga, 9(2), 112–122. https://doi.org/10.21009/JPO.092.03
Kurniawan, D., & Wibowo, S. (2019). Hubungan antara aktivitas fisik dan keterampilan motorik dasar siswa. Jurnal Olahraga dan Kesehatan, 7(1), 45–55.
Light, R. L. (2011). Opening up learning theory to social theory in research on sport and physical education through a focus on practice. Physical Education & Sport Pedagogy, 16(4), 369–382. https://doi.org/10.1080/17408989.2011.582486
Mulyanto, R. (2014). Belajar dan pembelajaran penjas. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia Press.
Nurkancana, W., & Sunartana. (2016). Evaluasi hasil belajar. Surabaya: Usaha Nasional.
Prasetyo, Y. (2018). Pengaruh pembelajaran berbasis praktik terhadap keterampilan motorik siswa sekolah menengah atas. Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani, 5(1), 21–30.
Sugiarti, G. (2017). Perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan LKS dengan siswa yang tidak menggunakan LKS pada konsep sistem gerak di Madrasah Aliyah Negeri Cianjur. (Skripsi, Universitas Pasundan). http://repository.unpas.ac.id/15595/
Syahrowiyah, T. (2016). Pengaruh metode pembelajaran praktik terhadap motivasi dan hasil belajar pendidikan agama Islam siswa kelas IV sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 10(2), 1–18.
Wahyu, Matnuh, H., & Triani, D. (2014). Hubungan penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar PKN pada siswa kelas X dan XI di SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 4(7), 530–536.



