PROGRAM PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP) 2 SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI DAN NUMERASI PADA KELAS V DI SDI TUREKISA
DOI:
https://doi.org/10.38048/jcmp.v2i2.2501Keywords:
Pendampingan, Literasi dan NumerasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengembangan kemampuan literasi numerasi siswa SD Terkhususnya di SDI Turekisa serta dampak yang diperoleh. Beberapa siswa dari kelas 5 SDI Turekisa ada yang mengalami kesulitan dalam membaca, dan berhitung. Siswa yang kesulitan mengidentifikasi kata-kata dan membaca serta berhitung lambat memiliki pemahaman literasi dan numerasi yang rendah yang merupakan tanda lain dari kesulitan membaca dan berhitung. untuk mengatasi kondisi tersebut, perlu adanya bimbingan dari guru,orang tua, ataupun orang dewasa yang dekat dengan anak untuk memberikan bantuan dan pendampingan agar anak mengalami kesulitan membaca,dan berhitung segera mendapat penanganan yang tepat. kegiatan literasi dan numerasi ini bertujuan untuk mendampingi siswa-siswi di SDI Turekisa yang mengalami kesulitan membaca dan berhitung dengan harapan bahwa pengabdian ini dapat membantu siswa yang mengalami kesulitan membaca,dan berhitung tersebut. Oleh karena itu guru memiliki upaya untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi dengan menerapkan literasi membaca selama 15 menit sebelum memulai pembelajaran, Menyediakan pojok baca dan taman baca dalam rangka mengembangkan minat siswa dalam membaca. Upaya lain yang dilakukan oleh guru adalah dengan memanfaatkan siswa yang sudah mampu dalam membaca, menulis dan menghitung untuk turut serta membantu siswa lain yang masih mengalami kesulitan dalam membaca, menulis dan menghitung sehingga guru dapat terbantu dalam membimbing siswa. Selain itu adanya kerjasama antar guru di sekolah untuk dapat meluangkan waktu memberi bimbingan dengan menerapkan metode atau strategis yang dapat membantu siswa untuk lebih bersemangat dalam membaca, menulis dan menghitung sehingga dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa. Jenis pengabdian ini adalah dengan menggunakan metode pendampingan belajar secara langsung disekolah yang dilakukan sebelum jam pembelajaran dimulai.
References
Herawati, (2022) Secara umum, perkembangan literasi dan numerasi siswa merupakan indikator penting dalam menilai kemajuan pendidikan suatu negara.
Rachman et al., (2021) Rendahnya minat baca bangsa indonesia sangat mempengaruhi kualitas bangsa indonesia menyebabkan bangsa indonesia mengalami ketertingalan informasi tentang dunia, nyatanya bagi negara maju budaya literasi yang sangat mutlak.
Mulyati dan Watini,. (2022) Semakin pesatnya perkembangan teknologi di seluruh dunia mempengaruhi dunia Pendidikan tidak luput juga dunia Pendidikan saat ini terpengaruh oleh teknologi.
Faradiba et al., (2021) Gerakan literasi numerasi yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2016 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik dan masyarakat secara leseluruhan
Kamza et., (2021) Literasi dan numerasi sebagai prasyarat kecakapan abad 21 melalui pendindikan yang intergrasi melalui keluarga, masyarakat dan sekolah.
Fuadiya, (2022) Implementasi literasi dan numerasi disekolah dapat membantu siswa memperoleh keterampilan dasar untuk sukses dalam kehidupan.
Dwi Noerbella, (2022) Siswa akan di ajarkan untuk memahami bagaimana mengambil informasi dari berbagai sumber,mengevaluasi kebenaran dan keaslian informasi,dan keterampilan berfikir kritis yang kuat.
Sursiyanti et al., (2022) Penguatan literasi numerasi bagi peserta didik disekolah dasar dilaksanakan secara berkesinambungan dan berjenjan mulai, dari tingkat daerah dari tingkat pemerintah daerah, satuan pendindikan disekolah.
Setyawan dan Gusdian,. (2020) Teori habitus pertama kali dikenalkan oleh Pierre Bourdieu pada tahun 1970-an dalam buku yang berjudul ‘’Outline of a teory of practice’’.
Bourdieu, (2020). Habitus adalah teori Bourdieu mengacu pada kumpulan prisip-prisip yang mengarah tindakan dan pemikiran individu dalam kelompok sosial.
Dwi Noerbella. (2020) Literasi merupakan kemampuan individu untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informaasi yang diperoleh dari berbagai sumber.
Handayani, (2020). Pendidikan yang baik akan membantu individu untuk mengembangkan kemampuan literasi yang diperlukan untuk memahami dan berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari.
D et el., (2022). Numerasi adalah kemampuan individu untuk memahami dan menggunakan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Sabhrina, (2022) Dalam era digital saat ini,kemampuan numerasi sangat penting untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Sugiyono (2011: 9) Metode kualitatif merupakan suatu penelitian yang meneliti objek yang alamiah, dimana peneliti sebagai instrumen, kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.



