Sosialisasi pencegahan stunting untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat di Desa Tarawali

Authors

  • Marsianus Meka STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Maria Beatrix Ndai STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Maria Jenia Nena STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Prodensiana Eno STKIP Citra Bakti, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38048/jckkn.v3i2.5223

Keywords:

Desa Tarawali, Kesehatan Masyarakat, Stunting

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Desa Tarawali, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, menjadi salah satu wilayah dengan kasus stunting yang masih cukup tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga mengenai pentingnya pencegahan stunting, khususnya di kalangan ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita. Metode yang digunakan adalah sosialisasi melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pembagian leaflet edukatif. Kegiatan dilaksanakan di aula kantor desa dan diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga, kader posyandu, dan perwakilan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai faktor penyebab, dampak, dan langkah pencegahan stunting. Peserta juga menunjukkan antusiasme dalam sesi tanya jawab dan berkomitmen untuk menerapkan pola hidup sehat. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mencegah stunting secara mandiri dan berkelanjutan.

References

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di wilayah pedesaan dan perkotaan. E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1), 163–170.

Dasman, H. (2019). Empat dampak stunting bagi anak dan negara Indonesia. The Conversation. Dapat diakses pada: https://theconversation.com/empat-dampak-stunting-bagianakdan-negara-indonesia-110104

Fakhruddin, S., & Sari, A. M. (2022). Kebijakan dan upaya progresif dalam penanggulangan stunting pada balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(2), 465–472. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i2.814

Komalasari, K., Supriati, E., Sanjaya, R., & Ifayanti, H. (2020). Faktor-faktor penyebab kejadian stunting pada balita: factors causing stunting incidence in toddlers. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 51-56. https://doi.org/10.47679/makein.202010

Oktaviana. (2016). Hubungan pengetahuan gizi dan perilaku hygiene sanitasi terhadap kejadian stunting pada balita. The Indonesian Journal of Nutrition, 10(1), 78–91.

Permadi, M. R., Hanim, D., Kusnandar, & Indarto, D. (2016). Risiko inisiasi menyusu dini dan praktik ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada anak 6–24 bulan. Penelitian Gizi dan Makanan, 39(1), 9–14. https://doi.org/10.22435/pgm.v39i1.5965.9-14

Raditya, D. (2019, November 8). Masalah gizi di Indonesia. FISIPOL UGM Creative Hub. Dapat diakses pada: https://chub.fisipol.ugm.ac.id/2019/11/08/masalah-gizi-di-indonesia/

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 225–229.

Sulastri, D. (2012). Faktor determinan kejadian stunting pada anak usia sekolah di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Majalah Kedokteran Andalas, 36(1), 39–50.

Wahdah, S., Juffrie, M., & Huriyati, E. (2015). Faktor-faktor penyebab stunting pada anak balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 7(2), 33–39.

Widyaningsih, D., Suryani, E., & Pratiwi, R. (2018). Hubungan keragaman pangan dan kebiasaan makan terhadap kejadian stunting. The Indonesian Journal of Nutrition, 7(1), 22–29.

Yuwanti, S., Mulyaningrum, F. M., & Susanti, M. M. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi stunting pada balita di Kabupaten Grobogan. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat STIKES Cendekia Utama Kudus, 10(1), 84. http://jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id

Downloads

Published

2025-04-18

How to Cite

Marsianus Meka, Maria Beatrix Ndai, Maria Jenia Nena, & Prodensiana Eno. (2025). Sosialisasi pencegahan stunting untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat di Desa Tarawali. Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata, 3(2), 128–133. https://doi.org/10.38048/jckkn.v3i2.5223

Citation Check