EDUKASI TERAPI NON KONVENSIONAL INHALASI AROMATERAPI JAHE TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I
DOI:
https://doi.org/10.38048/jckkn.v3i4.3733Keywords:
Emesis Gravidarum, Edukasi Kesehatan, Aromaterapi Inhalasi, Jahe, Trimester PertamaAbstract
Emesis gravidarum pada trimester pertama kerap mengganggu kenyamanan dan aktivitas ibu hamil; karena itu edukasi terapi komplementer yang aman perlu diperkuat di layanan primer. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester I mengenai pemanfaatan aromaterapi inhalasi jahe sebagai opsi non-farmakologis untuk mengurangi mual muntah. Kegiatan dilaksanakan di PMB Nurachmi pada Oktober 2023 melalui penyuluhan tatap muka berbasis presentasi dan lembar informasi (leaflet), dilanjutkan sesi tanya jawab serta evaluasi pra–pasca menggunakan kuesioner pengetahuan; total peserta 40 orang. Pelaksanaan berjalan interaktif dengan partisipasi tinggi, dan hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait prinsip keamanan penggunaan minyak esensial jahe, langkah aplikasi inhalasi yang benar untuk praktik harian, serta pengenalan tanda bahaya yang memerlukan rujukan. Peserta juga menilai materi mudah diikuti dan relevan dengan keluhan yang dialami. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi terstruktur tentang aromaterapi inhalasi jahe layak diterapkan sebagai strategi pemberdayaan ibu hamil dalam mengelola emesis gravidarum secara aman. Kegiatan lanjutan disarankan menambahkan pendampingan praktik dan pengukuran kuantitatif terstandar guna memperkuat bukti dampak.
References
Afriyanti, D. (2017). Efektivitas wedang jahe dan daun mint untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil di PMB YF Kota Bukittinggi. Jurnal Human Care, 2(3)
Amilia, R. (2019). Efektivitas aromaterapi peppermint inhalasi terhadap mual dan muntah ibu hamil trimester I di Puskesmas Yogyakarta [Skripsi sarjana, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta]. Repositori Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Andriani, A. W., & Purwati, Y. (2017). Pengaruh aromaterapi peppermint terhadap kejadian mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Mlati II Sleman, Yogyakarta [Naskah publikasi, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta]. Repositori Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Curtis, S., & Wright, D. (2001). Retaining employees—the fast track to commitment. Management Research News, 24(8–9), 59–64. https://doi.org/10.1108/01409170110782964
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Profil Kesehatan Indonesia 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Hadipoentyanti, E. (2012). Pedoman teknis mengenal tanaman Mentha (Mentha arvensis L.) dan budidayanya. Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.
Handayani, S., & Aiman, U. (2018). Analisis kejadian hiperemesis gravidarum (HEG) berdasarkan karakteristiknya. Babul Ilmi: Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 9(1), 99–108.
Jeyakumar, E., Lawrence, R., & Pal, T. (2011). Comparative evaluation in the efficacy of peppermint (Mentha piperita) oil with standard antibiotics against selected bacterial pathogens. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 1(Suppl 1), S253–S257.
Jissa, G., Sai-Sailesh, K., & Mukkadan, J. (2014). Oral administration of nutmeg on memory boosting and regaining in Wistar albino rats. Bali Medical Journal, 3(1), 3. https://doi.org/10.15562/bmj.v3i1.61
Kartikasari, R. I., Ummah, F., & Taqiiyah, L. B. (2017). Aromaterapi peppermint untuk menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil. Surya, 9(2), 37–44.
Kemenkes RI. (2015). Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kumalasari, I. (2015). Panduan praktik laboratorium dan klinik perawatan antenatal, intranatal, posnatal, bayi baru lahir dan kontrasepsi. Jakarta: Salemba Medika.
Lubis, R., Evita, S., & Siregar, Y. (2019). Pemberian aromaterapi minyak peppermint secara inhalasi berpengaruh terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil di PMB Linda Silalahi Pancur Batu tahun 2019. COLOSTRUM: Jurnal Kebidanan, 1(1), 1–10.
Meamarbashi, A. (2014). Instant effects of peppermint essential oil on physiological parameters and exercise performance. Avicenna Journal of Phytomedicine, 4(1), 72–78.
Nuryanti, S., Rusmiyati, & Elisa. (2015). Efektivitas aromaterapi inhalasi peppermint terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. Jurnal Keperawatan, 2(2),
Plantamor. (2016). Amaranthus hybridus, Amaranthus tricolor, Alternanthera amoena Voss. Plantamor.com.
Firouzbakht, M., Nikpour, M., Omidvar, S., & Jamali, B. (2014). Comparison of ginger with vitamin B6 in relieving nausea and vomiting during pregnancy. Ayu (An International Quarterly Journal of Research in Ayurveda), 35(3), 289–293. https://doi.org/10.4103/0974-8520.153743
Fajrin, S. (2019). Aromaterapi peppermint oil: Asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester I menggunakan aromaterapi peppermint untuk mengurangi emesis gravidarum. 8(5), 55.
Fauziah, Y. (2012). Obstetri patologi. Yogyakarta: Nuha Medika.
Norma, N. D., & Mustika, D. S. (2013). Asuhan kebidanan patologi: Teori dan tinjauan kasus (dilengkapi contoh askeb). Yogyakarta: Nuha Medika.
Istiqomah. (2019). Efektivitas aromaterapi peppermint inhalasi terhadap mual dan muntah ibu hamil trimester I di Puskesmas Yogyakarta
Khadijah, S. I., Nurul, H., & Dewi, K. (2020). Perbedaan efektivitas aromaterapi lemon dan aromaterapi peppermint terhadap ibu hamil dengan mual muntah trimester I di BPM Nina Marlina, Bogor, Jawa Barat.