PENGUATAN RESILIENSI PADA REMAJA BINAAN LEMBAGA RUMAH ZAKAT DI MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.38048/jailcb.v3i2.976Keywords:
Resiliensi, remaja, psikoedukasiAbstract
Remaja mengalami tantangan selama masa tatanan hidup baru (new normal) yang menuntut penyesuaian terhadap kebiasaan baru. Namun, dalam beberapa kondisi, kehidupan realita berkata lain dan tidak sesuai dengan harapan dan keinginan remaja, sehingga tidak jarang membuat remaja jatuh, terpuruk, muncul sikap pesimis dan sulit untuk bangkit kembali yang akan mempengaruhi cara berpikir, perilaku, dan aktivitas sehari-hari serta fungsi kehidupan remaja. Kondisi ini membuat remaja perlu diberi penguatan resiliensi agar remaja mampu beradaptasi dari pikiran negatif, mampu mengubah kondisi menjadi positif, sehingga remaja mempunyai motivasi dan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dalam dirinya. Kegiatan ini diikuti oleh 37 remaja binaan lembaga rumah zakat di kelurahan Rappokalling, Makassar. Psikoedukasi ini dilakukan secara offline melalui ceramah yang isinya meliputi konsep dan makna resiliensi serta cara meningkatan resiliensi, seperti dengan melakukan afirmasi diri dan penanaman nilai-nilai religius dalam diri. Selain itu, kegiatan ini didukung dengan metode sharing session tentang pengalaman remaja, evaluasi dan disertai dengan ice breaking. Psikoedukasi ini bertujuan untuk memberi penguatan tentang cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan resiliensi remaja. Hasil dari pelaksanaan psikoedukasi menunjukkan respon positif dan responden merasa mendapatkan manfaat karena sesuai dengan kebutuhan remaja. Remaja juga memiliki keyakinan bahwa setiap manusia pasti mengalami ujian dalam hidupnya dan tugas manusia adalah senantiasa memohon pertolongan kepada Allah Yang Maha Kuasa.
References
Albercht, B.F. (1980). Brain Power: Learn to Improve Your Thinking Skills. New Jersey: Prectice Hall Inc.Englewood Cliffs.
Atighi, E., Atighi, A., & Atighi, I. (2015). Predicting psychological resilience based on parenting styles in girl adolescence. International Research Journal of Applied and Basic Sciences, 9(8), 1340-1344.
Austin, G., & Duerr, M. (2007). California School District Secondary School Survey Results Fall 2007 /Spring 2008. Resilience & Youth Development Require Questions Core Module A. Wested.org
Fauziyyah, R., Awinda, R. C., & Besral, B. (2021). Dampak pembelajaran jarak jauh terhadap tingkat stres dan kecemasan mahasiswa selama pandemi COVID-19. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 1(2), 113. https://doi.org/10.51181/bikfokes.v1i2.4656.
Goldman, C. R., & Quinn, F, L. (1998). Effect of a patient education program in the treatment of schizophrenia. Hospital Community Psychiatry, 39 (3), 282-286.
Grotberg, E. H. (2003). Resilience for Today: Gaining Strength from Adversity. United States of America: Praeger.
Halimah, L., Kusdiyati, S., & Susandari, S. (2017). Pengaruh Konteks Teman Sebaya Terhadap Keterlibatan Belajar dengan Mediator Self-System Processes. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4 (2), 265–274. https://doi.org/10.15575/psy.v4i2.1612
Hanson, R. (2018). Resilient: How to grow an unshakable core of calm, strength and happiness. New York, NY: Penguin Publishing.
Höltge, J., Theron, L., Cowden, R. G., Govender, K., Maximo, S. I., Carranza, J. S., Kapoor, B., Tomar, A., van Rensburg, A., Lu, S., Hu, H., Cavioni, V., Agliati, A., Grazzani, I., Smedema, Y., Kaur, G., Hurlington, K. G., Sanders, J., Munford, R., … Ungar, M. (2021). A Cross-Country Network Analysis of Adolescent Resilience. Journal of Adolescent Health, 68 (3), 580–588. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2020.07.010
Hurlock, E. B. (2012). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Kusdiyati, S., Halimah, L., & Rianawati, R. (2010). Teman Sebaya dengan Misdemeanors di SMKN 8. XXVI (2), 123–134. https://media.neliti.com/media/publications/7395-IDhubungan-persepsi-mengenai-peran-kelompok-teman-sebayadengan-misdemeanors-di-sm.pdf
Nida. (2011). “Varian Ice Breaker: Segarkan Aktivitas Pembelajaran”.
Sagone, E., & De Caroli., M., E. (2013). Relationships between resilience, self-efficacy, and thinking styles in Italian middle adolescents. Procedia -Social and Behavioral Sciences, 92, 939-845. doi: 10.1016/j.sbspro.2013.08.763.
Santrock, J. W. (2003). Perkembangan remaja. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.
Setiawan, A., & Pratitis, N. T. (2016). Religiusitas, dukungan sosial dan resiliensi korban Lumpur Lapindo Sidoarjo. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 4(02). 137 – 144.
Steinhardt, M., & Dolbier, C. (2008). Evaluation of a Resilience Intervention to Enhance Coping Strategies and Protective Factors and Decrease Symptomatolog. Journal of American College Health, 56 (4), 445–533.
Taylor E, Shelle. (2009). Psikologi sosial edisi kedua belas, Jakarta: Kencana.
Wagnild, G., & Young, H., (1993). Development and psychometric evaluation of the resilience scale. Springer Publishing Company. Journal of Nursing Measurement,1 (2), 165-178.
Walsh, F. (2007). Traumatic loss and major disasters; strengthening family and community resilience. Family Process, 42 (6), 207-226.
Walsh, J. (2010). Psychoeducation in mental health. Chicago: Lyceum Books, Inc.




