PENDAMPINGAN DALAM PROSES KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSIK SULING BAMBU SEBAGAI UPAYA MENGENALKAN ALAT MUSIK DAERAH SETEMPAT DI SD INPRES RUTOSORO
DOI:
https://doi.org/10.38048/jailcb.v1i1.87Keywords:
ekstrakurikuler, musik tradisional, suling bambuAbstract
Pengabdian ini bertujuan sebagai upaya untuk mengenalkan alat musik tradisional setempat kepada peserta didik dan sebagai wadah kesenian budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler musik. Ekstrakurikuler musik yang diselenggarakan lebih mengacu pada pembelajaran alat musik tradisional setempat, yaitu kesenian musik suling bambu. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu, (1) Proses pembentukan kegiatan ekstrakulikuler musik suling bamboo yang bertujuan agar siswa lebih mengenal alat musik daerah setempat. Hal ini sebagai upaya melestarikan kesenian daerah setempat sedini mungkin, baik dari instrument musik maupun lagu daerahnya, (2) Penentuan jadwal kegiatan ekstrakurikuler musik yang diselengarakan selama 2 jam dalam satu kali pertemuan dengan penjadwalan secara rutin dan reguler, (3) Pelaksanaan kegiatan pendampingan ekstrakurikuler musik suling bambu yang dilaksanan selama 3 bulan, dan (4) Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler musik dalam upaya untuk mengetahui permasalahan yang timbul ketika proses kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat program pendampingan dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun selama 3 bulan. Meskipun belum semua peserta menguasai dengan baik teknik permainan dan materi yang disampaikan. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan dan antusias peserta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu.
References
Arikunto, S dan Jabar, A.C.S. (2014). Evaluasi program pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Depdikbud (2014). Permendikbud RI No.62 tahun 2014 .tentang kegiatan Ekstrakurikuler.
Setyawan, D. (2018). Mengenalkan alat musik tradisional melalui kegiatan ekstrakurikuler suling bambu di SD inpres Rutosoro. Jurnal AKRAB JUARA, 3(3), 10–21.
Setyawan, D., Karyono, T., Milyartini, R., & Masunah, J. (2020). Study of the form of the gamelan glundeng performance in the totta ’ an dhereh tradition in Bondowoso. 419(Icade 2019), 236–242.
Yunus, R. (2014). Nilai-nilai kearifan lokal (local genius) sebagai penguat karakter bangsa (1st ed.). Yogyakarta: Deepublish.
Wiyani, N.A. (2013). Menumbuhkan pendidikan karakter di SD (konsep, praktek dan strategi). Jogjakarta : Ar-Ruzz Media.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




