PENDAMPINGAN PERANCANGAN VISUAL DISPLAY KESELAMATAN KERJA UNTUK MEMINIMALKAN RISIKO KECELAKAAN PADA USAHA JASA LAUNDRY DAN PERAWATAN KAIN
DOI:
https://doi.org/10.38048/jailcb.v7i1.6743Keywords:
Keselamatan Kerja, Laundry, Pengabdian Masyarakat, Visual Display, Workplace SafetyAbstract
Usaha jasa laundry dan perawatan kain memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi, terutama akibat postur kerja yang tidak ergonomis, kurangnya kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja, serta minimnya informasi visual terkait prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja. Permasalahan tersebut juga ditemukan pada salah satu usaha jasa laundry yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan standar keselamatan kerja melalui pendampingan perancangan dan pemasangan visual display K3 di area kerja. Mitra kegiatan adalah pekerja pada usaha jasa laundry dan perawatan kain yang terlibat langsung dalam aktivitas operasional. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi permasalahan melalui survei lapangan, analisis risiko menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) dan pendekatan 5W+1H, perancangan visual display keselamatan kerja, pemasangan media visual di area kerja strategis, serta sosialisasi dan pelatihan kepada pekerja. Kegiatan dilaksanakan selama dua setengah bulan yang mencakup tahap identifikasi, implementasi, serta evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran pekerja terhadap pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, yang ditandai dengan meningkatnya kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dan berkurangnya potensi risiko kecelakaan kerja. Visual display K3 yang dipasang juga berfungsi sebagai media pengingat yang efektif dalam aktivitas kerja sehari-hari. Dengan demikian, pendampingan perancangan visual display keselamatan kerja dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun budaya kerja yang lebih aman, nyaman, dan produktif pada usaha jasa laundry dan perawatan kain.
References
Arbiyah, N., Nurwianti, F., & Oriza, D. (2008). Hubungan bersyukur dengan subjective well-being pada penduduk miskin. Jurnal Psikologi Sosial, 14(1), 11–24.
Baruna, A. H. (2022). Influence of occupational health and safety system and ergonomics on occupational diseases in factory workers. Journal of Quality in Public Health, 5(2), 145–153.
Departemen Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Dereli, T., & Durmusoglu, A. (2010). An integrated framework for new product development using 5W1H and TRIZ methodology. International Journal of Industrial and Systems Engineering, 5(3), 354–365. https://doi.org/10.1504/IJISE.2010.030435
Dianat, I., Vahedi, A., & Dehnavi, S. (2016). Association between objective and subjective assessments of environmental ergonomic factors in manufacturing plants. International Journal of Industrial Ergonomics, 54, 26–31. https://doi.org/10.1016/j.ergon.2015.12.004
Hummah, W., Azkha, N., & Yulia. (2025). Analysis of occupational hazard and risk identification using the Job Safety Analysis method. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.70920/jenius.v3i1.234
Ikhsan, M. Z. (2022). Identifikasi bahaya dan risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Job Safety Analysis. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 10(2), 45–56.
Lestari, H. (2024). Assessment of occupational health and safety management system implementation in hospital sector. Safety and Health Management Journal, 3(1), 12–21.
Liu, R., et al. (2023). Occupational health and safety risk assessment: A systematic literature review of models and approaches. Safety Science, 158, 105984. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2022.105984
Lengkong, D. M., & Wildan, M. (2019). Rancang bangun integrasi aplikasi public address system text-to-speech dan flight information display system berbasis wireless. Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi, 12(1), 39–44.
Mindandi, Z. H., & Prasetyo, H. (2023). Work accident reduction strategies using Job Safety Analysis (JSA) approach. Jurnal Teknoin, 29(1), 54–63.
Nurfaizah, S. (2022). Implementation of occupational safety and health management system in industrial sector. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(2), 395–402.
Nurmianto, E. (2022). Ergonomi: Konsep dasar dan aplikasinya (6th ed.). Surabaya: Guna Widya.
Nugraha, A. A. P. (2024). Management and occupational health and safety synergy in modern workplace environment. Pengabdian Masyarakat Journal, 5(1), 14–22.
Putri, N. K., & Sari, D. (2024). Macro ergonomics analysis to improve occupational safety performance in manufacturing. International Journal of Learning and Educational Research, 23(4), 211–223.
Rost, K. A., & Alvero, A. M. (2018). Participatory approaches to workplace safety management. International Journal of Occupational Safety and Ergonomics, 26(1), 194–203. https://doi.org/10.1080/10803548.2018.1435076
Suardi, R. (2018). Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja: Panduan penerapan berdasarkan OHSAS 18001 dan Permenaker 05/1996. Jakarta: PPM.
Tjiknang, M. A. D. (2025). The impact of ergonomic factors on workplace accident risk. European Journal of Engineering and Business, 7(2), 88–97.
Vigoroso, L., et al. (2025). Ergonomics and design for safety: A scoping review of manufacturing workplaces. Safety Science, 177, 106556. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2025.106556
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Edi Susanto, Kemal Fahrezi Putra, Nazzala Zidan Z.R.E, Arif Imran, Dwi Novirani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




