PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SAWAN

Authors

  • I Ketut Suparya Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • I G Agung Jaya Suryawan Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • Made Adi Nugraha Tristaningrat Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • Kadek Hengki Primayana Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • Putu Yulia Angga Dewi Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • Ni Nyoman Kurnia Wati Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • Komang Trisna Mahartini Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • Nyoman Pancaria Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • I Gede Arya Wiradnyana Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38048/jailcb.v7i1.6562

Keywords:

Deep Learning, Guru Sekolah Dasar, Pelatihan Guru, Perangkat Pembelajaran

Abstract

Kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun demikian, hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian guru sekolah dasar di Kecamatan Sawan masih mengalami kesulitan dalam merancang perangkat pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran bermakna dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Perangkat pembelajaran yang disusun umumnya masih berfokus pada penyampaian materi dan belum sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis pendekatan deep learning yang selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Mitra kegiatan adalah guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Sawan yang berasal dari 45 sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2025 di SD No. 4 Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam bentuk workshop, diskusi interaktif, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, serta pendampingan dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan aktivitas pembelajaran kontekstual, dan menyusun asesmen autentik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, kontekstual, dan berorientasi pada pemahaman mendalam siswa. Selain itu, respon peserta terhadap kegiatan sangat positif yang ditunjukkan melalui tingginya tingkat partisipasi, kepuasan, serta meningkatnya motivasi guru untuk menerapkan pembelajaran mendalam di kelas. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.

References

Assidiqi, A. H., & Sadiyah, D. (2026). Implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah dasar sebagai penguatan Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar Usia Dini, 2(2). https://doi.org/10.70134/pedasud.v2i2.711

Dhiya, S. D. M., Suriansyah, A., & Harsono, A. M. B. (2026). Implementasi program komunitas belajar dalam meningkatkan kompetensi guru. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(3), 14566–14574.

Fatmawati, T., & Jaya, A. (2025). Transformasi pendidikan dasar melalui Kurikulum Merdeka: Analisis dampak pada kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Jurnal Ilmiah Manajemen Sosial Humaniora, 7, 14–30. https://doi.org/10.51454/jimsh.v7i1.811

Fullan, M., & Langworthy, M. (2014). A rich seam: How new pedagogies find deep learning. Pearson.

Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world change the world. Corwin.

Hasanah, R. U., Simbolon, N. T., Siregar, E. T., Adawiyah, R., Sibarani, S., Simangunsong, H., Siregar, C., & Saputri, L. (2025). Pemberdayaan guru madrasah tsanawiyah melalui pelatihan inovatif untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran mendalam. Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Multikultural, 3(3), 109–117.

Hattie, J. (2012). Visible learning for teachers: Maximizing impact on learning. Routledge.

Kariani, R., Sembiring, B., Nasution, S. S., & Wahyuni, L. (2025). Implementasi perencanaan pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru madrasah tsanawiyah. Jurnal Pengembangan Pembelajaran, 1(3), 115–124. https://doi.org/10.64803/jupemba.v1i3.65

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.

Machfud, N. U. A. C., Astutiek, D., Setyawanto, A., Zubair, A., Riandra, A., & Setiawan, A. P. P. (2025). Pelatihan pembelajaran mendalam (deep learning) untuk peningkatan kompetensi pedagogik guru madrasah ibtidaiyah. Al-Murtado: Journal of Social Innovation and Community Service, 2(2), 181–192.

Mujianto, G., Wibowo, A. P., Tinus, A., & Setiawan, A. (2025). Meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah menengah pertama Muhammadiyah 1 Sumberpucung. Jurnal Hasil Pengabdian, 5(1), 943–952. https://doi.org/10.31004/jh.v5i1.2293

Mujtahid, M., Assidiqi, A. H., & Sadiyah, D. (2025). Implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah dasar sebagai penguatan Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Usia Dini, 2(2), 31–37.

Nakjah, S. N. S., & Adawiah, R. (2025). Innovative authentic and formative assessment in science education: A systematic review. Indonesian Journal of Teacher Education, 6(2), 82–94.

Ningrum, M., & Andriani, R. (2023). Kurikulum Merdeka belajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi di madrasah ibtidaiyah. EL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education, 5(1), 85–100. https://doi.org/10.33367/jiee.v5i1.3513

Palupi, E. L. W., Ekawati, R., Kohar, A. W., Mubarkah, R. E., Kartikawati, W., & Purbaningrum, M. (2023). Peningkatan kompetensi profesional guru SD melalui pelatihan pengembangan iceberg matematika realistik berbasis budaya lokal. ABSYARA: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 4(2), 225–234.

Suparya, I. K., Wartayasa, I. K., & Ariyana, K. S. (2025). Improving critical thinking ability of elementary school students in science learning through scientific learning model based on Tri Kaya Parisudha. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 9(2), 220–229. https://doi.org/10.23887/jisd.v9i2.91818

Thoharudin, M., Achmadi, A., Astuti, D. P., & Farizi, A. (2025). Peran MGMP sebagai komunitas belajar profesional dalam pengembangan kapasitas guru ekonomi di Kabupaten Sanggau. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 10(3), 965–981

Published

2026-02-28

How to Cite

Suparya, I. K., Suryawan, I. G. A. J., Tristaningrat, M. A. N., Primayana, K. H., Dewi, P. Y. A., Wati, N. N. K., … Wiradnyana, I. G. A. (2026). PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SAWAN. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 7(1), 205–217. https://doi.org/10.38048/jailcb.v7i1.6562

Issue

Section

Articles

Citation Check