PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING DI KECAMATAN KUBUTAMBAHAN

Authors

  • Putu Eka Sastrika Ayu Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • I Putu Suardipa Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • I Made Ari Winangun Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • Gusti Ngurah Arya Yudaparmita Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • L. Heny Nirmayani Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • Komang Surya Adnyana Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • Ni Putu Candra Prastya Dewi Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • I Komang Wahyu Wiguna Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • I Ketut Ngurah Ardiawan Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia
  • I Made Sedana Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38048/jailcb.v7i1.6465

Keywords:

Deep Learning, Pemberdayaan Guru, Perangkat Pembelajaran, Sekolah Dasar

Abstract

Kualitas pembelajaran di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang sistematis, reflektif, dan berorientasi pada kebutuhan belajar siswa. Namun, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sebagian guru sekolah dasar di Kecamatan Kubutambahan masih mengalami kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang selaras dengan pendekatan deep learning, khususnya dalam mengintegrasikan tujuan pembelajaran, aktivitas belajar bermakna, dan asesmen autentik. Kondisi ini berdampak pada praktik pembelajaran yang masih berfokus pada penyampaian materi dibandingkan pengembangan pemahaman konseptual siswa. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan guru sekolah dasar melalui pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan deep learning guna meningkatkan kompetensi pedagogik dan kualitas pembelajaran di kelas. Mitra kegiatan adalah guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Kubutambahan dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari melalui metode workshop partisipatif, diskusi kelompok terfokus, pendampingan intensif, serta praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran yang meliputi perumusan tujuan pembelajaran, pengembangan aktivitas pembelajaran bermakna, serta penyusunan asesmen yang berorientasi pada pemahaman konseptual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Selain itu, guru menunjukkan perubahan sikap yang lebih reflektif dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang mendorong pemahaman mendalam siswa terhadap materi pelajaran. Dengan demikian, pelatihan berbasis pendekatan deep learning tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat paradigma pembelajaran bermakna di sekolah dasar. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan guru yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar.

References

Kualitas pembelajaran di sekolah dasar dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa. Hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa guru sekolah dasar di Kecamatan Kubutambahan masih menghadapi kendala dalam memahami pendekatan mendalam serta mengintegrasikan tujuan pembelajaran, aktivitas bermakna, dan asesmen autentik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan guru melalui pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan mendalam untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan mendukung pembelajaran bermakna. Mitra kegiatan terdiri atas 40 guru sekolah dasar di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Kegiatan dilaksanakan pada 26–28 November 2025 menggunakan metode pendidikan masyarakat, pelatihan, difusi ipteks, dan advokasi melalui pendampingan. Tahapan kegiatan meliputi persiapan dan identifikasi kebutuhan, penyuluhan konseptual, workshop dan demonstrasi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, diskusi kelompok, pendampingan dan evaluasi, serta tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan capaian rata-rata 82,45 pada pemahaman pendekatan mendalam, 80,30 pada keterampilan penyusunan perangkat pembelajaran, dan 78,90 pada kesesuaian tujuan, aktivitas, dan asesmen. Guru juga menunjukkan sikap lebih reflektif dan inovatif. Dengan demikian, pelatihan yang dipadukan dengan praktik dan pendampingan dapat mendukung penguatan kompetensi pedagogik guru dan kesiapan implementasi pembelajaran bermakna. Guru didorong memandang perangkat pembelajaran sebagai instrumen pedagogis, bukan sekadar dokumen administratif untuk mendukung pembelajaran bermakna berkualitas di sekolah dasar secara optimal.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Ayu, P. E. S., Suardipa, I. P., Winangun, I. M. A., Yudaparmita, G. N. A., Nirmayani, L. H., Adnyana, K. S., … Sedana, I. M. (2026). PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING DI KECAMATAN KUBUTAMBAHAN. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 7(1), 192–204. https://doi.org/10.38048/jailcb.v7i1.6465

Issue

Section

Articles

Citation Check