IMPLEMENTASI CERTAINTY FACTOR DALAM PROGRAM EDUKASI DIGITAL SEHAT UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH DASAR INKLUSI RAMAH ANAK DI KOTA KEDIRI
DOI:
https://doi.org/10.38048/jailcb.v6i4.6294Keywords:
Anak Berkebutuhan Khusus, Certainty Factor, Edukasi Digital Sehat, Inklusi, Sekolah Ramah AnakAbstract
Perkembangan teknologi digital memberikan tantangan baru dalam praktik pendidikan inklusif, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang lebih rentan terhadap dampak negatif penggunaan gawai. Guru dan orang tua di sekolah inklusi sering kali belum memiliki literasi digital yang memadai untuk mendampingi anak secara tepat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan orang tua mengenai literasi digital sehat melalui implementasi sistem pakar berbasis Certainty Factor (CF) di SDN Betet 1 Kota Kediri, sebagai salah satu sekolah inklusi ramah anak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan sistem pakar, pendampingan, serta evaluasi berkelanjutan. Peserta kegiatan terdiri atas 40 guru dan orang tua/wali murid. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman literasi digital sehat, dengan kenaikan rata-rata 27,9 poin (dari 55,7 menjadi 83,6). Selain itu, tingkat kepuasan peserta juga tinggi, yaitu 91% menyatakan sistem pakar mudah digunakan, 89% merasa terbantu dalam pengambilan keputusan pendampingan anak, dan 87% menghendaki program ini dilanjutkan secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pakar berbasis CF efektif dalam meningkatkan kapasitas guru dan orang tua dalam mendampingi ABK, sekaligus mendukung terciptanya sekolah dasar inklusi yang ramah anak. Program ini penting untuk direplikasi pada sekolah inklusi lainnya guna memperkuat literasi digital sehat sebagai bekal menghadapi era teknologi informasi.
References
Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi (Ed. 2). Pustaka Pelajar.
Besic, E., Paleczek, L., Krammer, M., & Gasteiger-Klicpera, B. (2020). Inclusive practices at the teacher and class level: The experts’ view. European Journal of Special Needs Education, 35(3), 329–345. https://doi.org/10.1080/08856257.2019.1709702
Durkin, K., & Conti-Ramsden, G. (2014). Turn off or tune in? What advice can SLTs, educational psychologists and teachers provide about uses of new media and children with language impairments? Child Language Teaching and Therapy, 30(2), 187–205. https://doi.org/10.1177/0265659013516332
Fawwas, I. Z., et al. (2023). Learning method recommendation based on VARK model with Certainty Factor algorithm. BIO-Conference on Bioinformatics and Computational Biology, 2023(20).
Febrianty, J., Ambarita, J., & Sentanu, I. G. E. P. S. (2024). Digital transformation for inclusive education in rural Indonesia: Realizing equity and SDGs. Migration Letters, 21(S3), 961–981.
Giarratano, J., & Riley, G. (2005). Expert systems: Principles and programming (4th ed.). Course Technology.
Hairani, A., Anggrawan, A., Satria, C., & Dayani, A. D. (2023). Diagnosing learning disorders in children: A comparison of Certainty Factor and Dempster-Shafer methods. International Journal of Information and Education Technology, 13(9).
Kurniawan, A. (2023). Inclusive education and SDGs: Strengthening digital literacy for equity in schools. Jurnal Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan, 15(2), 77–90.
Lambrecht, J., Lenkeit, J., Hartmann, A., Ehlert, A., & Pant, H. A. (2022). Effects of inclusive education on academic achievement, socio-emotional development and well-being of students with and without special educational needs. Educational Research Review, 35, 100434. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2021.100434
Pratiwi, D., & Nugroho, A. (2021). Literasi digital sehat untuk guru sekolah dasar inklusi. Jurnal Teknologi Pendidikan, 23(2), 155–167.
Purwanto, A., et al. (2022). Digital literacy and child protection in Indonesian schools. International Journal of Instructional Technology and Learning, 12(1), 55–67.
Ramadhan, A., Sari, D. P., & Yuliana, S. (2019). Sistem pakar diagnosis gangguan belajar pada anak menggunakan metode certainty factor. Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, 7(2), 65–72. https://doi.org/10.14710/jtsiskom.7.2.2019.65-72
Rofi’ah, K., Ngenge, R. T., & Kholidya, C. F. (2024). Digital literacy and perception of inclusive education of preservice teachers at Indonesian universities. Springer Nature Switzerland AG.
Sari, G. I., Sharif, M., & Puspitaningtyas, D. (2024). Strengthening digital literacy in Indonesia: Collaboration, innovation, digital learning in early childhood (DLEC), and sustainability education. Early Childhood Research & Practice.
Shafira, V. S., Ramadhani, G., & Rachman, I. F. (2024). How digital literacy can drive inclusive progress towards the 2030 SDGs. Advances in Economics & Financial Studies, 2(2), 102–112.
Sparks, S. D. (2019). Schools struggle to make inclusion work. Education Week, 38(25), 12–14.
Suryani, N. (2022). Pelatihan berbasis teknologi untuk meningkatkan kapasitas guru dalam pendidikan inklusif. Jurnal Pendidikan Inklusif, 6(1), 45–59.
Susanto, R., Hidayat, A., & Purnama, Y. (2021). Certainty Factor method for early detection of learning difficulties in children. Jurnal Sistem Informasi, 17(3), 210–218.
Turkle, S. (2017). Reclaiming conversation: The power of talk in a digital age. Penguin Books.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Vivi Ratnawati, Risky Aswi Ramadhani, Risaniatin Ningsih, Annaafi Widya Mahanani, Nimas Prajna Sekar Arum Fajarrani, Reza Pramustyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




