DIGITALISASI TIMBANGAN BALITA BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN POSYANDU
DOI:
https://doi.org/10.38048/jailcb.v6i1.4568Keywords:
Digitalisasi Posyandu, Internet of Things, Pemantauan Gizi Balita, Pemberdayaan KaderAbstract
Kualitas pelayanan Posyandu sangat penting bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam mencegah kekurangan gizi pada balita. Posyandu Sejahtera RW 03, Kelurahan Beji Timur memiliki 43 balita yang secara rutin dipantau tumbuh kembangnya, namun keterbatasan pencatatan manual menghambat efektivitas layanan. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan dan mengimplementasikan timbangan balita berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi Android untuk pencatatan data secara digital, sehingga memudahkan kader Posyandu dalam pemantauan pertumbuhan balita secara real-time. Mitra kegiatan ini adalah kader Posyandu Sejahtera, yang terdiri dari 9 orang dengan latar belakang pemahaman teknologi yang beragam. Metode pelaksanaan terdiri dari (1) persiapan, meliputi survei lokasi dan diskusi dengan mitra; (2) perancangan dan pembuatan perangkat IoT menggunakan sensor Load Cell dan HX711 untuk mengukur berat badan, serta sensor Ping Parallax untuk tinggi badan; (3) pelatihan kader Posyandu dalam penggunaan alat dan aplikasi Android; (4) implementasi dan simulasi penggunaan alat, serta (5) evaluasi efektivitas program melalui survei kepuasan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan kader dalam menggunakan sistem digital, dengan 88,9% peserta merasa sangat puas, serta 100% peserta menyatakan bersedia bekerja sama dalam program lanjutan. Selain itu, sistem yang diterapkan memungkinkan pencatatan data yang lebih akurat dan mudah diakses, mengurangi risiko kehilangan data, serta mempercepat pengambilan keputusan dalam pemantauan gizi balita. Digitalisasi pencatatan gizi berbasis IoT dapat meningkatkan efisiensi layanan Posyandu serta mendukung kader dalam memberikan intervensi lebih cepat terhadap masalah gizi balita.
References
Adisasmito, W. (2010). Sistem kesehatan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Agiwahyuanto, F., Ernawati, D., & Widianawati, E. (2021). Hubungan perilaku hidup sehat orang tua dan literasi Kartu Menuju Sehat (KMS) terhadap tumbuh kembang balita. Jurnal Kesehatan, 9(1), 21–32.
Andreanto, D. D., & Handayani, A. N. (2022). Pelayanan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital Society 5.0. Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik, 2(5), 220–223.
Apriliyana, E., St, K. B. P., Pranata, I. G. A. P. D., & Maharani, N. L. P. T. (2021). Pemanfaatan teknologi digital dalam bidang kesehatan di era 4.0 untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 1, 61–67.
de Onis, M., & Branca, F. (2016). Childhood stunting: A global perspective. Maternal & Child Nutrition, 12, 12–26.
Fiqa, H. F., Pradana, R. P., Hanif, M., & Septiansyah, R. G. (2022). Digitalisasi layanan kesehatan Desa Grujugan melalui pengembangan e-Posyandu menggunakan metode SDLC-Waterfall. Journal of Informatics Information System Software Engineering and Applications (INISTA), 5(1), 43–57.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Lubis, N. S., & Nasution, M. I. P. (2023). Perkembangan teknologi informasi dan dampaknya pada masyarakat. Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, 1(12), 41–50.
Marpaung, Y. N. M., & Irwansyah, I. (2021). Aplikasi kesehatan digital sebagai konstruksi sosial teknologi media baru. Jurnal Komunikasi dan Kajian, 5, 243–258.
Nurrizka, R. H., & Cahyadin, M. (2021). Determinan stunting anak baduta di Indonesia: Analisis data Indonesia Family Life Survey (IFLS) 2014. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 5(2), 78–85.
Pongtambing, Y. S., Sampetoding, E. A., Uksi, R., & Manapa, E. S. (2024). Digitalisasi dan literasi kesehatan pada smart village. Compromise Journal: Community Professional Service Journal, 2(1), 11–18.
Rachmi, C. N., Agho, K. E., Li, M., & Baur, L. A. (2016). Stunting, underweight, and overweight in children aged 2.0–4.9 years in Indonesia: Prevalence trends and associated risk factors. PLOS One, 11(5). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0154756
Saepudin, E., Rizal, E., & Rusman, A. (2017). Posyandu roles as mothers and children health information center. Record and Library Journal, 3(2), 201–208.
Satria, F., Nugroho, H., Megiyanto, G. R., Hanifatunnisa, R., Rahayu, M., Sari, N. N., Hanafi, U. B., & Gani, M. N. (2021). Digitalisasi perangkat ukur tinggi dan berat badan balita pada Posyandu Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah, Jawa Barat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat DIKEMAS, 5(1), 69–73.
Soepomo, P. (2013). Model penentuan status gizi balita di Puskesmas. Jurnal Sains dan Teknologi Informasi Edukasi (JSTIE), 1(1), 367–373.
Usada, N. K., Wanodya, K. S., & Trisna, N. (2021). Analisis spasial gizi kurang balita di Kota Tangerang tahun 2019. Jurnal BIKFOKER, 2(1).
World Health Organization. (2019). WHO child growth standards: Growth velocity based on weight, length, and head circumference: Methods and development. Geneva: WHO Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Shita Fitria Nurjihan, Anik Tjandra Setiati, Dita Indra Febryanti, Irwan Prasetya, Sri Danaryani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




