PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN DI DESA BENUA RAJA

Authors

  • Endang Lovisia Universitas PGRI Silampari
  • Syabawaihi Universitas PGRI Silampari
  • Sri Wulandari Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.38048/jailcb.v6i1.4538

Keywords:

Bioetanol, Energi Terbarukan, Hilirisasi, Pemberdayaan Petani, Ubi Jalar

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang semakin dilirik sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil. Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bioetanol, salah satunya melalui pemanfaatan ubi jalar (Ipomoea batatas), yang ketersediaannya melimpah di berbagai daerah. Namun, di Desa Benua Raja, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, ubi jalar selama ini hanya dikonsumsi tanpa adanya pemahaman mengenai potensinya sebagai bahan baku energi terbarukan. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani Setia Jaya dalam mengolah ubi jalar menjadi bioetanol. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mitra. Hasil perhitungan angket menunjukkan bahwa skor pengetahuan peserta mencapai 3,93, yang dikategorikan sebagai baik, sedangkan skor keterampilan peserta mencapai 80,93%, yang juga masuk dalam kategori baik. Dengan demikian, program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan kelompok tani dalam memanfaatkan ubi jalar sebagai bahan baku bioetanol. Ke depannya, pendampingan lebih lanjut dan pengembangan teknologi sederhana diharapkan dapat meningkatkan efektivitas serta keberlanjutan program ini.

References

Gustina, M., Jalaluddin, J., Nasrul, Z. A., Bahri, S., & Masrullita. (2022). Pengaruh lama waktu fermentasi terhadap kadar bioetanol dari pati ubi jalar ungu (Ipomoea batata L.). Chemical Engineering Journal Storage (CEJS), 2(2), 116–125. https://doi.org/10.29103/cejs.v2i2.6604

Hardiansyah, M. F. (2016). Sintesis dan karakterisasi mikro-karbon dari selulosa limbah kulit ubi jalar (Ipomoea batatas) menggunakan metode microwave-assisted hydrothermal carbonization. Jurnal Teknik Kimia, 7(1), 55–64.

Hartono, K. F., Setiati, R., Tamsil, M. P., Djunaedi, D., Fattahanisa, A., Wahyuni, M. G. S., & Annisa, A. N. (2021). Pelatihan dan percontohan pemanfaatan limbah kulit menjadi energi alternatif bioetanol pada Kecamatan Ciapus, Bogor. Jurnal Senada, 1(3), 292–300.

Hendrasarie, N., & Mahendra, D. E. (2020). Pemanfaatan sampah sayur dari pasar tradisional untuk produksi bioetanol. Serambi Engineering, 5(3), 1115–1122.

Herawati, N., Juniar, H., & Setiana, R. W. (2021). Produksi bioetanol dari Colocasia sp. dengan proses hidrolisis. Distilasi, 6(1), 7–17.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2022). Potensi bioetanol sebagai energi alternatif di Indonesia. Jakarta: Kementerian ESDM.

Lovisia, E. (2022). Bioetanol dari singkong sebagai sumber energi alternatif. Science and Physics Education Journal (SPEJ), 6(1), 8–14. https://doi.org/10.31539/spej.v6i1.5007

Mayasri, A., & Dana, S. (2020). Alternatif bahan bakar terbarukan: Studi bioetanol dari bahan pertanian. Yogyakarta: Gava Media.

Mukhlis, D., & Saputra, R. (2015). Pemanfaatan limbah ampas tebu melalui fermentasi menjadi bioetanol sebagai energi alternatif rumah tangga. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 1(1), 45–53.

Muzakky, R. A., & Rubianto, L. (2023). Pengaruh jumlah massa bonggol jagung dan lama waktu pengadukan hidrolisis HCl terhadap nilai glukosa pada pembuatan bioetanol. Distilat: Jurnal Teknologi Separasi, 8(4), 777–782. https://doi.org/10.33795/distilat.v8i4.448

Nadliroh, K., & Fauzi, A. S. (2021). Optimasi waktu fermentasi produksi bioetanol dari sabut kelapa muda melalui distilator refluks. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha, 9(2), 124–133. https://doi.org/10.23887/jptm.v9i2.39002

Naimah, K., & Rizky, M. (2021). Pengaruh preparasi ubi kayu dengan metode bahan baku langsung dan tidak langsung terhadap produksi bioetanol. Journal of Science and Applicative Technology Likuifaksi, 5(2), 325–331. https://doi.org/10.35472/jsat.v5i2.428

Prasetya, Y., & Widodo, R. (2020). Pengaruh suhu fermentasi terhadap kadar etanol yang dihasilkan dari ubi jalar. Jurnal Teknik Kimia, 18(2), 50–58.

Rischa, M. S., Ma’sum, Z., & Widyastuti, F. K. (2021). Pengaruh konsentrasi ragi dan lama waktu fermentasi terhadap yield bioetanol ubi Cilembu. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur, 4, 1–7.

Santoso, P. (2019). Bioetanol dan biodiesel: Energi hijau untuk masa depan. Surabaya: ITS Press.

Sigit, M., Priyanto, J., & Purnomo, S. J. (2024). Pengaruh konsentrasi ragi dan dehidrasi zeolit terhadap pembuatan bioetanol singkong (Manihot utilissima). Rotary, 6(2), 171–182. https://doi.org/10.20527/jtamrotary.v7i

Wiratmaja, I. G., Elisa, E., & Edi, S. (2020). Kajian peluang pemanfaatan bioetanol sebagai bahan bakar utama kendaraan masa depan di Indonesia. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.23887/jptm.v8i1.27298

Wusnah, S. B., & Hartono, D. (2019). Proses pembuatan bioetanol dari kulit pisang kepok (Musa acuminata B. C.) secara fermentasi. Teknologi Kimia Unimal, 1(1), 48–56.

Yuni, K., Khasanah, I. E., & Firdaus, K. (2021). Kajian pembuatan bioetanol dari limbah kulit nanas (Ananas comosus L.). Jurnal Teknik Kimia USU, 10(2), 95–101.

Downloads

Published

2025-02-28

How to Cite

Lovisia, E., Syabawaihi, & Wulandari, S. (2025). PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BIOETANOL DARI UBI JALAR SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN DI DESA BENUA RAJA. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 6(1), 66–78. https://doi.org/10.38048/jailcb.v6i1.4538

Issue

Section

Articles