PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MALANUZA NUSA TENGGARA TIMUR MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN, PENGEMASAN, DAN PEMASARAN MAKANAN OLAHAN BERNUTRISI TINGGI BERBAHAN DASAR MOKE

Authors

  • Dek Ngurah Laba Laksana STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Fransiskus Xaverius Ria STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Maria Carmelia Meo STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Robertus Roja STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Ulrikus Nono STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Dionisia Beka STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Gaudensia Bopo STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Maria Ermelinda Woa STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Angelina Eno Klau STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Yohana Fransiska Lewa STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Maria Oktavia Wawo STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Petronela Bozu STKIP Citra Bakti, Indonesia
  • Maria Fenista Ega STKIP Citra Bakti, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38048/jailcb.v2i2.398

Keywords:

pemberdayaan masyarakat, masyarakat desa Malanuza, makanan olahan moke

Abstract

Pemanfaatan pohon moke dalam lingkungan masyarakat Malanuza masih sebatas sebagai penghasil tuak moke saja dikarenakan latar belakang pengetahuan serta pendidikan masyarakat yang masih minim. Padahal pohon moke mempunyai potensi yang lebih ekonomis dan memiliki nilai gizi jika dapat dioptimalisasi pemanfaatannya. Tujuan dari pengabdian ini adalah (1) masyarakat mampu mengolah hasil dari pohon moke menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga nantinya dapat dipasarkan, (2) masyarakat memiliki wawasan tentang pengolahan buah moke menjadi makanan olahan yang bernutrisi tinggi, cara pengemasan, dan cara pemasarannya, (3) masyarakat mampu berwirausaha dengan menjual hasil olahan produknya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Metode pemberdayaan yang dilakukan meliputi tiga kegiatan utama, yaitu pengolahan, pengemasan, dan pemasaran. Pelatihan pengolahan, yaitu memberikan materi tentang potensi pohon moke melalui kegiatan workshop. Kegiatan yang kedua adalah melaksanakan pelatihan tentang cara pengolahan buah moke menjadi makanan olahan yang bernutrisi tinggi. Jenis pelatihan yang dilakukan adalah Pelatihan pembuatan gula moke, pembuatan kolang-kaling moke, dan pembuatan nata moke. Pada tahap pengemasan, semua produk olahan akan dikemas dengan menggunakan alat kemasan yang higienis dan diberikan label sesuai dengan nama produk olahannya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa (1) masyarakat telah mengolah hasil dari pohon moke menjadi gula moke, kolang-kaling moke, dan nata moke; (2) pengetahuan kelompok wanita tani Desa Malanuza tentang pengolahan moke menjadi gula moke, kolang-kaling moke, dan nata moke ada pada kategori sangat baik; (3) masyarakat telah berwirausaha dengan menjual hasil olahan produk gula moke, kolang-kaling moke, dan nata moke ke pasar, sekolah, dan kampus.

References

Anonim. (2018). Profil Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. Bajawa: Pemerintah Kabupaten Ngada.

Assah, Y.F., & Indiriaty, F. (2018). Pengaruh lama penyimpanan terhadap mutu gula cair dari nira aren. Jurnal Penelitian Teknologi Industri, 10(1),1–10.

Barlina, R., Liwu, S. & Manaroinsong, E. (2020). Potensi dan teknologi pengolahan komoditas aren sebagai produk pangan dan nonpangan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 39(1), 35-47

BPS Kabupaten Ngada. (2019). Profil Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Choong, C.C., Anzian, A., Sapawi, C.W.N.S. & Hussin, A.S.M. (2016). Characterization of Sugar from Arenga pinnata and Saccharum officinarum sugars. International Food Research Journal, 23(4),1642–1652.

Direktorat Belmawa. (2021). Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Hidayat, Y., & Triharyanto, E. (2016). Peningkatan daya jual aneka produk olahan makanan melalui teknik pengemasan produk. Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis, 19(10), 45-53

Madiya, I.W. (2012). Potensi Pohon Lontar. Singaraja: Undiksha Press.

Natawijaya, D., Suhartono & Undang (2018). Analisis rendemen nira dan kualitas gula aren (Arenga pinnata Merr.) di Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Agroforestri Indonesia, 1(1), 57–64.

Radam, R.R., & Rezekiah, A.A. (2015). Pengolahan gula aren (Arrenga Pinnata Merr) di desa banua hanyar kabupaten hulu sungai tengah. Jurnal Hutan Tropis, 3(3), 267-276

Semariyani, A. A. M., Sudiarta, I. W., Rudianta, I. N., Candra, I. P., Mangku, I. G. P., Suriati, L., & Suardani, N. M. A. (2019). Pengemasan dan Strategi Pemasaran Produk Pangan di Desa Sulangai. Community Service Journal (CSJ). 2(1), 23-28.

Sidhu, Y. (2012). Selayang Pandang Reba Nage Jerebu’u. diunduh melalui http://sergapntt.wordpress.com/2012/01/20/selayang-pandang-reba-nage- jerebuu/ pada 10 Maret 2021.

Wardah, R.F.,& Surjaningrum, E.R. (2013). Pengaruh Ekspektasi pada Minuman Beralkohol terhadap Konsumsi Minuman Beralkohol. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 2(2), 96-101.

Wulantika, T. (2019). Keragaman fenotipe aren (Arenga pinnata) di Kecamatan Bukit Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota. Jurnal Ilmiah Pertanian 15(2), 115–120.

Yunita, Ismail, Y.S., & Maha, F.W. (2017). The potent of arenga palm sap as acetic acid bacteria (AAB) resource. Jurnal Bioleuse, 1(3), 134–138.

Downloads

Published

2021-11-30

How to Cite

Laksana, D. N. L. ., Ria, F. X., Meo, M. C., Roja, R., Nono, U., Beka, D., … Ega, M. F. (2021). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MALANUZA NUSA TENGGARA TIMUR MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN, PENGEMASAN, DAN PEMASARAN MAKANAN OLAHAN BERNUTRISI TINGGI BERBAHAN DASAR MOKE . Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 2(2), 174–182. https://doi.org/10.38048/jailcb.v2i2.398

Issue

Section

Articles

Citation Check