PENERAPAN RISK ASSESSMENT DENGAN JOB SAFETY ANALYSIS GUNA MENCEGAH UNSAFE ACTION

Authors

  • Bachtiar Chahyadhi Universitas Sebelas Maret, Indonesia
  • Sumardiyono Universitas Sebelas Maret, Indonesia
  • Farhana Syahrotun Nisa Suratna Universitas Sebelas Maret, Indonesia
  • Maria Paskanita Widjanarti Universitas Sebelas Maret, Indonesia
  • Reni Wijayanti Universitas Sebelas Maret, Indonesia
  • Yeremia Rante Ada Universitas Sebelas Maret, Indonesia
  • Rachmawati Prihantina Fauzi Universitas Sebelas Maret, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38048/jailcb.v4i4.2197

Keywords:

Bahaya, Risk Assessment, Pencegahan

Abstract

Laboratorium mesin memiliki potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja ataupun penyakit akibat kerja, maka sedari dini pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja baik di ajarkan kepada siswa dengan basis vokasi. Salah satu strategi dalam pencegahan kecelakaan dengan risk assessment. Risk assessment adalah suatu metode pencegahan kecelakaan kerja berbasis mengidentifikasi potensi bahaya pada area kerja dan menyusun langkah-langkah pengendaliannya. Penerapan risk assessment bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya pada area laboratorium mesin serta memberikan upaya pengendaliannya. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMKN 2 Surakarta dengan melibatkan siswa pada jurusan mesin. Metode pengabdian masyarakat dengan melakukan walktrough survey pada laboratorium mesin guna mengidentifikasi potensi bahaya mesin-mesin, dan bahaya lingkungan kerja. Potensi bahaya yang bisa diidentifikasi pada mesin bubut, milling, gerinda, dan cnc adalah mesin berputar tanpa pengaman, listrik tegangan tinggi, percikan gram material, kebisingan mesin, kejatuhan peralatan dan benda kerja, kebakaran, dan posisi kerja statis. Upaya pengendaliannya antara lain wajib menggunakan alat pelindung diri seperti wearpack dan sepatu saat mengoperasikan mesin, dilarang rambut panjang, dan kuku panjang, serta wajib didampingi instruktur atau guru, penyediaan alat pemadam api ringan, menggunakan kacamata keselamatan, dan melakukan peregangan otot 3- 5 menit pada pekerjaan statis. Upaya pengendalian ini penting dipahami dan diterapkan dalam menggunakan mesin sehingga potensi bahaya tidak memicu terjadi kecelakaan kerja.

References

Aryani. (2019). Pentingnya Pendidikan K3 di Sekolah Menengah Kejuruan. Kompas.com. Website https://www.kompasiana.com/shantiwidyaa/5dcbc38a097f363a8663cac2/pentingnyapendidikan-k3-di-sekolah-menengah-kejuruan-smk

Askhary (2017). Faktor Unsafe Action pada Pekerja Konstruksi Proyek

Pembangunan Rumah Bertingkat oleh PT. Jader CiPT.a Cemerlang

Makassar. Dissertation. Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar

Aswar E., Asfian P., & Fachlevy A.F., (2016). Faktor-Faktor yang

Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bengkel Mobil

Kota Kendari Tahun 2016. Skripsi. Universitas Halu Oleo, Kendari.

Ayu, F., & Rhomadhoni, M. N. (2019). Pengaruh Karakteristik Individu dan

Karakteristik Pekerjaan terhadap Perilaku Aman (Unsafe Action) pada

Pekerja Divisi Kapal Niaga PT. PAL Indonesia Tahun 2018. Medical

Technology and Public Health Journal, 3(1), 44-53.

Charles, D. R. (2011). Accident/Incident Prevention Techniques, Second Edition.

International Labour Organization (ILO). (2013). Keselamatan dan Kesehatan Kerja, sarana Untuk Produktivitas. Modul 5 Pedoman pelatihan untuk manager dan pekerja. SCORE: Jakarta

Ismara, I. (2009). Budaya K3 dan Performansi K3 di SMK. Jurnal Ekologi Pendidikan, 1-19.

Kuswana, W. S. (2014). Ergonomi dan K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja). Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Muthalib, I. S. (2018). Sosialisasi Budaya K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) untuk Usia Dini di Tingkat Sekolah Dasar IKIP 2 Kota Makassar. JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat, 1(1), 17-22. doi:10.25042/jurnal_tepat.v1i1.22

Nilamsari, Neffrety, Soebijanto, S. M., Lientje, B. R., & Setokoesoemo. (2015). Prototype Bangku Ergonomis untuk Memperbaiki Posisi Dududk Sisa SMAN di Kab. Gresik. Jurnal Ners, 10(1): 87-103.

Notoadmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Pangeran, M. W., Kustono, D., & Tuwoso, T. (2016). Faktor yang Mempengaruhi Penerapan K3 diBengkel Pemesinan. Jurnal Pendidikan Sains, 90-94. doi:10.17977/jps.v4i3.8187

Rahadi. (2019). Kesehatan dan keselamatana kerja (K3) siswa di SMK Mitra industry MM100. Jurnal Pengabdian Masyarakat Tri Phamas, 1 (1).

Setiawan, I. (2018). Sosialisasi Budaya K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) untuk Usia Dini di Tingkat Sekolah Dasar IKIP 2 Kota Makassar. Jurnal Tepat (Teknologi Terapan Untuk Pengabdian Masyarakat), 1(1), 17-22.

Ramli, S. (2010). Pedoman Praktis Manajemen Risiko dalam Perspektif K3 OHS Risk Manajemen. Jakarta: Dian Rakyat.

Tarwaka. (2016). Dasar-Dasar Keselamatan Kerja Serta Pencegahan Kecelakaan di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.

Virdhani, M.H., (2015). Kecelakaan di Lab Kimia UI, 14 Mahasiswa Terluka. Okezone.com. https://megapolitan.okezone.com/read/2015/03/16/338/1119515/kecelakaan-di-labkimia-ui-14-mahasiswa-terluka

Downloads

Published

2023-12-01

How to Cite

Chahyadhi, B., Sumardiyono, Suratna, F. S. N. ., Widjanarti, M. P. ., Wijayanti, R. ., Ada, Y. R., & Fauzi, R. P. . (2023). PENERAPAN RISK ASSESSMENT DENGAN JOB SAFETY ANALYSIS GUNA MENCEGAH UNSAFE ACTION . Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 4(4), 853–863. https://doi.org/10.38048/jailcb.v4i4.2197

Issue

Section

Articles

Citation Check