PENINGKATAN KETERAMPILAN MASYARAKAT PETANI KOPI DESA KURRAK DALAM BIOKONVERSI LIMBAH KULIT BUAH KOPI MENJADI KOMPOS
DOI:
https://doi.org/10.38048/jailcb.v4i2.1452Keywords:
Biokonversi, Desa Kurrak, Green economy, Kompos, ProduktivitasAbstract
Peningkatan produktivitas buah kopi akan meningkatkan jumlah limbah yang dihasilkan saat proses pengolahan pada pasca panen buahnya. Biokonversi limbah kulit kopi menjadi kompos merupakan salah satu implementasi dari green economy di mana peningkatan aktivitas perekonomian dengan memfokuskan pada peningkatan produktivitas hasil perkebunan yang berwawasan lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat petani kopi di desa Kurrak dalam memanfaatkan limbah pengolahan kopi menjadi kompos yang dapat kembali dimanfaatkan untuk pupuk tanaman kopi di wilayah tersebut. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi langsung pembuatan kompos berbahan baku limbah kopi kepada 25 orang petani kopi desa Kurrak sebagai peserta pelatihan pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tim pelaksana adalah dosen Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat. Monitoring dan evaluasi kegiatan ini dilakukan berdasarkan tanya jawab saat ceramah, serta pengamatan langsung pada hasil pengomposan kulit kopi yang dilakukan oleh peserta kegiatan PKM dengan indikator produk kompos yang tidak berbau busuk, warna menghitam, tekstur lembut dan rapuh serta tidak ada penggumpalan. Hasil kegiatan PkM ini menunjukkan peserta kegiatan telah mampu menghasilkan kompos yang dapat diaplikasikan langsung pada tanaman kopi di perkebunan kopi masyarakat setempat.
References
Afrizon. (2015). Potensi Kulit Kopi Sebagai Bahan Baku Pupuk Kompos di Propinsi Bengkulu. GRITEPA, 2 (1).
Ariyanti, W., Suryantini, A., & Jamhari. (2019). Usahatani Kopi Robusta di
Kabupaten Tanggamus:Kajian Strategi Pengembangan Agrobisnis. Kawistara, 9(2), 179- 191.
Bressani., R. (1979). The by-products of Coffee Berries in Coffee Pulp: Composition, Technology, and Utilization. Ottawa: Institute of Nutrition of Central America and Panama
Dzung, N. A., Dzung, T. T., & Khanh, V. T. P. (2013). Evaluation of coffee husk compost for improving soil fertility and sustainable coffee production in rural central highland of Vietnam. Resources and Environment, 3(4), 77–82.
Erwinsyah, & Djuhartono, T. (2020). Impact of GHG Emission from Palm Oil Mill
Effluents and Population Growth, GDP Per Capita Change, and the
Technology. Journal of Applied Business and Economics, 6(4), 377–390.
Georgeson, L., Maslin, M., & Poessinouw, M. (2017). The Global Green Economy:
a Review of Concepts, Definitions, Measurement Methodologies and Their
Interactions. Geography and Environment, 4(1). https://doi.org/10.1002/geo2.36.
Handayani, A. (2015). Evaluasi tingkat penanganan pasca panen kopi robusta sesuai GMP (good manufacturer practices ). Seminar Nasional Pangan Lokal, Bisnis dan Eko-Industri, 2015(190), 109–116.
Kahle, L. R., & Atay, E. G. (2014). Communicating Sustainability for the Green Economy. Taylor & Francis. https://doi.org/10.4324/9781315705491
Kembaren, E. T., & Muchsin. (2021). Pengelolaan pasca panen kopi arabika gayo Aceh. Jurnal Visioner Dan Strategis, 10 (1), 29–36.
Lavrinenko, O., Ignatjeva, S., Ohotina, A., Rybalkin, O., & Lazdans, D. (2019).
The Role of Green Economy in Sustainable Development (Case Study: the
EU states). Entrepreneurship and Sustainability Issues, 6(3), 1113–1126.
http://doi.org/10.9770/jesi.2019.6.3(4)
Novita, E., Fathurrohman, A., & Pradana, H. A. (2018). Pemanfaatan kompos blok limbah kulit kopi sebagai media tanam. AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 2(2), 61–72. https://doi.org/10.33096/agrotek.v2i2.62
Reta, Dahliah, Sumule, O., & Larekeng, H. (2021). Penerapan teknik panen dan pascapanen kopi arabika kalosi produk unggulan kabupatan enrekang. Dinamika Pengabdian, 6(2), 341–348.
Santy, Y.J., & Alam, M. D. (2022). Implementasi Pembangunan Ekonomi Hijau Dalam Satu Dasawarsa Terakhir. Seminar Nasional Green Economy Dan Pembangunan Berkelanjutan (pp. 297 - 309). Palangkaraya: Universitas PGRI Palangkaraya. doi: https://doi.org/10.54683/puppr.v1i0.31
Supeno, B., Erwan, & Ernawati, N. M. L. (2018). Diversifikasi pemanfaatan limbah kulit buah kopi untuk produk yang bernilai ekonomis tinggi di kabupaten lombok utara. PKM CSR Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty, 1, 449–457. https://doi.org/https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v5i0.
Susanti, D. D., & Wicaksono, A. M. (2019). Membangun Ekonomi Hijau Dengan Basis Pertanian di Provinsi Jawa Tengah 2013 - 2018. Jurnal Litbang Jawa Tengah, 17(2), 159 -167. doi: https://doi.org/10.36762/jurnaljateng.v17i2.795
Thamrin, S. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani
Kopi Arabika Di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Agric, 26 (1), 1-6.




